Langkah Keras Berantas Penyimpangan, Purbaya Pegang Data Rekening Pejabat Pajak
Senin, 26 Januari 2026
Pengunggah: Redaksi
Upaya membersihkan institusi pajak dari praktik penyimpangan kini memasuki babak baru. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menyatakan memiliki akses untuk memantau arus kas rekening tabungan para pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat kunjungan kerja sekaligus pelantikan sejumlah pejabat baru di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara, Kamis (22/1/2026). Di hadapan jajaran pejabat pajak, ia menegaskan bahwa pengawasan keuangan internal kini tidak lagi bersifat administratif semata.
“Saya punya akses ke semua pejabat. Yang saya periksa sampai eselon III. Eselon I sebagian besar juga saya lihat,” ujar Purbaya yang dikutip dari liputan6.com.
Dari hasil penelusuran awal, Purbaya menyebut saldo tabungan para pejabatnya masih terpantau wajar. Namun, ia mengingatkan agar temuan tersebut tidak dimaknai sebagai lampu hijau. Menurutnya, pegawai di sektor keuangan sangat memahami cara “merapikan” saldo agar terlihat normal.
“Tapi jangan anggap enteng. Saya masih bisa lihat dari tempat yang lain, atau orang lain bisa lihat dari tempat yang lain. Yang penting bersih dan lurus, harusnya tidak ada masalah,” tegasnya.
Menariknya, pengecekan rekening ini dilakukan di luar mekanisme Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Data perbankan pejabat akan dicocokkan dari tahun ke tahun untuk memastikan konsistensi antara laporan kekayaan dan arus keuangan riil.
“LHKPN kita cek masuk akal atau tidak, lalu dibandingkan dengan data perbankan. Jadi pejabat kami enggak bisa sembunyi lagi,” kata Purbaya.
Tak berhenti pada pengawasan rekening, Purbaya juga memberi sinyal keras akan adanya perombakan besar-besaran di tubuh DJP dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Mutasi, rotasi, hingga pemberhentian jabatan disebut bakal dilakukan dalam waktu dekat sebagai respons atas pekerjaan yang dinilai tidak dijalankan sebagaimana mestinya.
“Dalam 1–2 bulan ini akan lebih ramai lagi, lebih besar-besaran lagi,” ujarnya.
Menurut Purbaya, kebijakan ini bukan dilandasi emosi atau sekadar menunjukkan ketegasan, melainkan untuk menegaskan posisi negara yang tidak boleh kalah oleh praktik penyimpangan.
“Negara tidak boleh kalah oleh penyimpangan,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa kasus-kasus yang kini ditangani KPK menunjukkan praktik pelanggaran sering kali tidak berdiri sendiri. Karena itu, tanggung jawab pengawasan tidak hanya berada di level bawah, tetapi juga atasan langsung.
“Jangan sampai tidak terlibat, tapi juga jangan sampai dikibulin. Atasan harus benar-benar mengawasi,” pungkas Purbaya.
Dengan langkah ini, Purbaya menegaskan arah baru pengelolaan institusi keuangan negara: pengawasan berlapis, transparansi ekstrem, dan pesan jelas bahwa penyimpangan—sekecil apa pun—tak lagi punya ruang.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Jakarta - Barangkali kita hanya tahu negara seperti Indonesia dan beberapa negara lainnya yang memiliki wilayah d...
FinanceSabtu, 01 Juli 2023
Finance - Baru-baru ini TikTok Indonesia dipanggil oleh Menteri Koperasi dan UKM (Kemenkop-UKM) Teten Masduki dal...
FinanceRabu, 26 Juli 2023
Finance - Sobat Youtz, bukan Taylor Swift namanya kalo nggak menciptakan gebrakan baru. Siapa sih yang nggak kena...
FinanceKamis, 10 Oktober 2024
Finance — Harga cabai rawit setan di sejumlah pasar tradisional Kota Semarang, Jawa Tengah, melonjak tajam hing...
FinanceKamis, 17 April 2025
Di aula utama Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (20/10), suasana terasa berbeda. Di depan para pejabat tinggi negar...
FinanceSabtu, 25 Oktober 2025
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS semakin melemah. Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat tembus angka 17 ri...
FinanceKamis, 13 November 2025
Finance — Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah menggagas perubahan terkait menghapu...
FinanceKamis, 22 Mei 2025
Ela (bukan nama sebenernya) (28) memulai usaha kerajinan makrame di tahun 2020 dengan modal Rp50.000 dari mertuan...
FinanceJumat, 07 Agustus 2026
Finance — Saham Tesla amblas lebih dari 7% di perdagangan pra-pasar Senin (7/7/2025), tak lama setelah sang CEO...
FinanceSenin, 07 Juli 2025
Finance - Ketika mendengar nama deretan 10 nama orang terkaya di dunia, pasti kita langsung disuguhkan dengan seb...
FinanceSabtu, 30 September 2023