Pertamina Tancap Gas Jaga BBM di Tengah Krisis Global

Senin, 02 Juni 2025

1710

Pengunggah: Wilna Liana Az Zahra

gambar-utama
Foto: Pertamina (ruangenergi).

Finance — Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib memberikan apresiasi tinggi kepada PT Pertamina (Persero) atas respons cepat dan strategisnya dalam menjaga pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional di tengah meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Ketegangan di kawasan Teluk, khususnya potensi penutupan Selat Hormuz—jalur vital distribusi energi global—menjadi ancaman nyata bagi stabilitas pasokan energi dunia. Namun, menurut Labib, Pertamina tidak tinggal diam.

"Langkah antisipatif Pertamina menunjukkan kesiapan dan profesionalisme tinggi. Mereka tidak hanya menjaga pasokan, tapi juga menjaga ketenangan publik," ujar Labib di Jakarta, Senin (23/6/2025).

Labib menyebut skenario darurat yang disiapkan Pertamina, termasuk diversifikasi pasokan dari luar kawasan Teluk, peningkatan stok nasional, dan penguatan infrastruktur distribusi, sebagai bentuk kesigapan yang patut diapresiasi.

“Ini bukan cuma soal bisnis, ini soal kedaulatan energi bangsa. Dan Pertamina bergerak cepat sebelum krisis menghantam,” ujarnya.

Labib juga menyoroti kehadiran dua kapal Very Large Gas Carrier (VLGC) milik Pertamina International Shipping (PIS) sebagai bukti nyata bahwa Indonesia mampu bersaing dalam rantai pasok energi global.

Tak hanya itu, pengelolaan Blok Rokan dan Mahakam juga dinilai memperkuat posisi strategis Pertamina dalam penyediaan energi nasional, serta membuka jalan bagi peningkatan produksi migas dalam negeri.

“Kita enggak bisa terus bergantung sama impor. Produksi dalam negeri harus digenjot, dan ini momen penting untuk itu,” tegasnya.

Parlemen, lanjut Labib, siap mendukung langkah-langkah ini secara politik dan fiskal, termasuk lewat regulasi dan koordinasi lintas sektor, dari BUMN, ESDM, hingga TNI untuk mengamankan jalur distribusi energi nasional.

Menutup pernyataannya, Labib mengajak masyarakat untuk tetap tenang, menggunakan energi secara bijak, dan percaya pada kemampuan bangsa sendiri.

"Indonesia ini kuat, asal kita siap dan kompak. Energi itu bukan cuma soal minyak, tapi juga kepercayaan diri," pungkasnya.

 

(Wil/Far)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait