Gara-Gara Scam, Uang Pensiunan hingga Guru Ludes, Totalnya Rp7,3 Triliun!
Rabu, 12 November 2025
Pengunggah: Redaksi
Kasus penipuan online atau scam semakin hari kian mengkhawatirkan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total kerugian masyarakat akibat berbagai modus penipuan digital mencapai Rp7,3 triliun sejak peluncuran Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Pasti) pada November tahun lalu.
Yang jauh lebih menyedihkan, korban bukan hanya dari kalangan ekonomi lemah, tetapi juga pensiunan, pelajar, guru, ibu rumah tangga, hingga Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja keras di luar negeri.
“Ini uangnya milik pensiunan, janda, pekerja migran, pelajar, ibu rumah tangga, guru - semuanya kena scam,” ucap Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan saat ditemui dalam acara Edukasi Keuangan bagi PMI di Puri Ardhya Garini, Jakarta Timur, Senin (10/11/2025) yang dikutip dari finance.detik.com
Frederica, yang sering disapa Kiki menjelaskan sejak Satgas Pasti beroperasi, pihaknya menerima lebih dari 311 ribu laporan penipuan keuangan, dengan rata-rata 150 - 200 aduan per hari. Bahkan laporan tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga luar negeri yang menandakan luasnya jangkauan para pelaku kejahatan digital ini.
“Untuk scam domestik, kami menerima sekitar 800 - 1.000 laporan per hari. Modusnya beragam, paling banyak dari transaksi belanja online,” jelas Frederica,
Selain penipuan belanja daring, Kiki juga mengungkap tren maraknya scam yang mengatasnamakan kerabat dekat atau pihak tertentu. Modus ini sering menjebak para PMI yang jauh dari keluarga. Tidak berhenti di situ, pinjaman online (pinjol) ilegal dan love scam juga menjadi ancaman serius. Modus terakhir ini bahkan memanfaatkan perasaan kesepian korban.
Untuk menekan jumlah korban, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus gencar melakukan edukasi dan sosialisasi ke berbagai kalangan, terutama Pekerja Migran Indonesia (PMI). Kiki mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan ajakan atau permintaan uang dari orang tak dikenal.
“Kalau ada hal yang mencurigakan, tolong untuk jangan langsung percaya. Segera laporkan ke Indonesia Anti Scam Center atau hubungi Kontak 157 OJK. Jangan biarkan uang hasil jerih payah kita lenyap begitu saja,” tegasnya.
Fenomena ini menjadi peringatan bahwa literasi digital dan keuangan bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, melainkan benteng utama melawan kejahatan siber yang kian canggih menyasar siapa pun tanpa pandang usia atau profesi.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Gubernur Jakarta Pramono Anung akan terus memperluas digitalisasi pasar. Digitalisasi juga membantu menciptakan l...
FinanceSenin, 27 Oktober 2025
Langkah tegas Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menjadi sorotan setelah ia turun langsun...
FinanceMinggu, 08 Februari 2026
Finance - Sobat Youtz harus tau, Bank merupakan sebuah badan usaha di bidang keuangan yang mengelola uang masyara...
FinanceSelasa, 14 November 2023
Finance — Negara berhasil menghindari kerugian besar dari aksi pencurian ikan ilegal yang terjadi selama lima t...
FinanceKamis, 05 Juni 2025
Finance - Sobat Youtz, punya jadwal kerja lima hari dalam sepekan aja rasanya udah seneng banget kan, soalnya wee...
FinanceSelasa, 25 Juni 2024
Finance - Baru-baru ini Pemerintah China membuat kebijakan terkait larangan ASN dan Pegawai BUMN dilarang memakai...
FinanceSabtu, 09 September 2023
Finance – Demi menjaga kelestarian satwa endemik, PT Waskita Karya (Persero) Tbk tengah membangun Jembatan Satw...
FinanceJumat, 23 Mei 2025
Edukasi - Sobat Youtz, siapa yang nonton siaran debat Cawapres pada tanggal 22 Desember kemarin? Banyak hal mena...
FinanceSelasa, 26 Desember 2023
Finance - Baru-baru ini TikTok Indonesia dipanggil oleh Menteri Koperasi dan UKM (Kemenkop-UKM) Teten Masduki dal...
FinanceRabu, 26 Juli 2023
Finance - Kementerian Energi dan sumber Daya Mineral (ESDM)melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, ...
FinanceKamis, 02 Mei 2024