Harga Bitcoin Terjun Bebas, Trader Bersiap Hadapi Gejolak Pasar Kripto

Selasa, 10 Desember 2024

4855

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Foto: Bitcoin (VOA).

Finance - Sebagai mata uang kripto, Bitcoin (BTC) mengalami guncangan besar setelah sebelumnya mencatat rekor US$ 100.000 di awal Desember.

Pada Senin (9/12), harga BTC turun drastis 5% menjadi US$ 95.519, diikuti kejatuhan Ether (ETH) hingga 10% ke US$ 3.590.

Sementara itu, aset seperti Cardano (ADA), Avalanche (AVAX), dan XRP dipukul mindur hinga masing-masing kehilangan hingga 20% nilainya.

Penurunan ini berimbas pada pasar kripto secara global, mengikis kapitalisasi pasar dengan cepat.

Menurut QCP Capital, perusahaan perdagangan aset kripto terkemuka di Singapura, aksi ambil untung besar-besaran oleh investor jangka panjang memicu kepanikan.

Banyak trader kini memilih posisi defensif, mengantisipasi pergerakan sideways hingga akhir tahun.

“Pasar sedang masuk fase konsolidasi. Trader perlu bijak memilih posisi inti dan menjauhi aset lemah,” ujar Markus Thielen, pendiri 10x Research.

Meski masih optimis pada potensi jangka panjang kripto, laporan QCP menyoroti bahwa tekanan harga dapat berlangsung selama sisa liburan.

Para trader disarankan tidak gegabah dalam mengambil langkah, mengingat pasar kini berada dalam kondisi rawan.

“Harga mungkin tetap stagnan hingga pergantian tahun, tetapi peluang bullish masih ada di awal 2025,” tulis QCP dalam analisisnya.

Momentum pasar yang melemah ini menjadi ujian nyata bagi para pelaku kripto.

Fokus pada aset dengan fundamental kuat menjadi kunci bertahan di tengah badai pasar.

Apakah ini hanya fase sementara sebelum lonjakan besar, atau sinyal peringatan akan koreksi panjang? Waktunya para trader mengatur strategi matang untuk menghadapi gelombang berikutnya.

 

(Far/Tir)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait