Ketika Uang Tunai Mulai Ditinggalkan di Jakarta
Rabu, 11 Juni 2025
Pengunggah: Redaksi
Finance – Di tengah gempuran transformasi digital, kebiasaan belanja masyarakat Indonesia ikut berubah.
Dompet fisik mulai tergeser oleh dompet digital, dan uang tunai perlahan-lahan hanya menjadi pelengkap.
Tak percaya? Tengok saja di kawasan Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Dukuh Atas, Jakarta Selatan.
Diketahui, sejumlah gerai makanan di sana mulai dari roti, crepes, hingga es krim, kini hanya menerima pembayaran non-tunai seperti QRIS, kartu debit, dan dompet digital. Uang tunai? Seakan sudah tidak berlaku di sana.
Kondisi ini diamini oleh penjaga salah satu kedai es krim yang memilih mengikuti tren pengunjung.
"Awalnya kami terima semua metode, termasuk tunai. Tapi lama-lama hampir semua pembeli pakai QRIS. Jadi ya sudah, kami ikut cashless," katanya saat ditemui, Selasa (10/6).
Bergesernya pilihan pembayaran ini bukan semata karena kemajuan teknologi, tetapi juga karena pola belanja konsumen yang makin praktis dan efisien. Apalagi urusan kembalian receh seperti Rp100 atau Rp200 sudah terasa ‘nggak penting’ di mata banyak orang.
Selain itu, Hanachi (35), salah satu pengguna setia QRIS, mengaku lebih nyaman belanja tanpa uang tunai.
"Warung pinggir jalan aja udah bisa QRIS. Kalau mereka nggak punya, justru saya yang heran. Malah jadi nggak praktis," ungkapnya.
Hanachi juga menambahkan, penggunaan metode digital mengurangi kerepotan membawa uang receh.
"Bayar Rp19.800 dikasih kembalian Rp200? Buat apa? Mending langsung pas, nggak ribet. Dan kalau hilang receh-receh gitu dari 10 kali belanja, ya lumayan juga, kan?" katanya sambil tertawa.
Kendati demikian, uang tunai sejatinya masih sah sebagai alat pembayaran di Indonesia, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.
Artinya, penolakan terhadap uang tunai sebenarnya melanggar aturan, meskipun praktiknya semakin umum.
Namun, nyatanya, arus digitalisasi tak bisa dibendung. Gerai-gerai mengikuti tren, bukan hanya demi efisiensi, tapi juga karena tuntutan perilaku konsumen yang berubah.
Uang tunai memang belum punah. Tapi dari caranya diperlakukan, rupiah dalam bentuk fisik kini seperti hidup di dunia yang makin digital, di mana sentuhan jari jauh lebih cepat dari serah terima uang kertas.
(Far/Tir)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Finance – Di tengah gempuran transformasi digital, kebiasaan belanja masyarakat Indonesia ikut berubah.Dompet f...
FinanceRabu, 11 Juni 2025
Finance - Perusahaan teknologi besar, Google sempat diketahui sedang mengembangkan aplikasi chatbot selul...
FinanceSabtu, 15 Juli 2023
Finance - Sandiaga Uno Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) di acara ASEAN Future Generation Busi...
FinanceMinggu, 03 September 2023
Finance — Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah menggagas perubahan terkait menghapu...
FinanceKamis, 22 Mei 2025
Finance – Indonesia mulai menunjukkan taringnya di pasar karbon dunia. Sejak resmi diluncurkan pada September 2...
FinanceRabu, 23 April 2025
Finance - CEO dan pendiri Nvidia, Jensen Huang, kembali mencuri perhatian dunia. Hal tersebut terjadi setelah per...
FinanceKamis, 15 Mei 2025
Edukasi - Sobat Youtz, Filantropi Islam merujuk pada konsep memberikan dan berbagi dalam kerangka ajaran Islam....
FinanceSenin, 30 Oktober 2023
Finance - Sebagai generasi yang tentu memiliki peluang besar menghadapi Bonus Demografi, nyatanya tak selamanya m...
FinanceMinggu, 07 Januari 2024
Finance - Kementerian Energi dan sumber Daya Mineral (ESDM)melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, ...
FinanceKamis, 02 Mei 2024
Finance - Peretas Akun Instagram McDonald's berhasil meraup keuntungan sebesar Rp 10,7 Milliar dari hasil meretas...
FinanceSabtu, 24 Agustus 2024