Konsumsi LPG Capai 7 Juta Ton, Produksinya Cuma 1,8 Juta Ton

Selasa, 27 Agustus 2024

3445

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Foto: UMSU

Finance - Harus disadari bahwa mayoritas masyarakat Indonnesia menggunakan Gas LPG sebagai penunjang keperluan dapur setiap rumah.

Tapi sayangnya, angka konsumsi jomplang sekali dengan hasil produksi LPG dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang mengungkap, konsumsi LPG dalam negeri mencapai 7 juta ton. Namun produksi dalam negeri hanya sekitar 1,8 juta ton. 

Dengan kondisi tersebut, kebutuhan konsumsi LPG nasional sisanya dipenuhi dari impor. Bahlil pun menyayangkan hal tersebut. 

"Gas kita LPG konsumsi kita sekarang kurang lebih 7 juta, dalam negeri hanya 1,8 juta produksi kita. Sisanya kita impor, kenapa negara ini gini terus," ungkapnya saat rapat kerja bersama DPR di Komisi VII Jakarta, Senin (26/8/2024). 

"Apa nggak bisa kita bangun industri itu, atau sengaja ini dibiarkan untuk importir main terus," lanjutnya.

Dalam meminimalisir hal tersebut, pihaknya akan mendorong hilirisasi. Dengan begitu, gas yang diproduksi bisa dimanfaatkan untuk dalam negeri.

 "Ke depan, gas gas yang muncul di tahun 2025-2026 yang c3-c4 kita akan membangun industri hilirsasi untuk membuat ketahanan energi kita. Agar LPG kita bisa kita bangun dalam negeri," kata Bahlil.

Sebagaimana diketahui, data Kementerian ESDM menunjukkan, impor LPG ini terus meningkat dari tahun ke tahun. 

Pada tahun 2013 misalnya, impor LPG tercatat 3,29 juta ton. Bahkan selama 10 tahun ini, impor LPG mencapai 6,95 juta ton di tahun 2023. 

Ini data impor LPG dari 2013-2023: 

1. Tahun 2013: 3.299.808 ton
2. Tahun 2014: 3.604.009 ton
3. Tahun 2015: 4.237.499 ton
4. Tahun 2016: 4.475.929 ton
5. Tahun 2017: 5.461.934 ton
6. Tahun 2018: 5.566.572 ton
7. Tahun 2019: 5.714.693 ton
8. Tahun 2020: 6.396.962 ton
9. Tahun 2021: 6.336.354 ton
10. Tahun 2022: 6.739.131 ton
11. Tahun 2023: 6.950.651 ton.


(Frq/Tra)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait