Puluhan Orang di Jepang Meninggal Akibat Suplemen Penurun Kolesterol

Rabu, 31 Juli 2024

4230

Pengunggah: Anna Lutfhiah

gambar-utama
Foto: Pemerintah Jepang saat minta maaf (Radio Taiwan International).

Kesehatan - Sobat Youtz, baru-baru ini Jepang sedang dihebohkan oleh kematian kurang lebih 80 orang warganya setelah mengkonsumsi sebuah suplemen kesehatan yang diklaim memiliki efek sebagai penurun kolesterol. 

Bagaimana bisa suplemen penurun kolesterol itu merenggut nyawa puluhan warga Jepang? 

Jadi, suplemen penurun kolesterol yang diproduksi oleh perusahaan Kobayashi Pharmaceutical telah merenggut nyawa 80 warga Jepang. 

Sebagai bentuk tanggungjawab, dua petinggi perusahaan memutuskan mundur dari jabatannya pada Selasa (23/7/2024), yaitu Kobayashi Kazumasa yang menjabat sebagai komisaris utama dan juga Kobayashi Akihiro yang menjabat sebagai presiden perusahaan. 

Sebagaimana diketahui, Beni Koji Choleste Help merupakan suplemen kolesterol buatan Kobayashi Pharmaceutical yang diduga menyebabkan 80 orang meninggal dunia. 

Dilansir dari berbagai sumber, Permasalahan suplemen ini bermula pada bulan Maret 2024, ketika Kobayashi Pharmaceutical yang merupakan perusahaan terkenal di Jepang, menarik tiga merek suplemen dari sejumlah toko usai pelanggan mengeluhkan gangguan ginjal. 

Mulanya, perusahaan melaporkan setidaknya ada 26 orang yang harus dirawat di rumah sakit dan satu orang meninggal dunia. 

Diketahui, pelanggan yang meninggal tersebut telah mengkonsumsi suplemen Beni Koji Choleste Help selama tiga tahun dari April 2021 hingga Februari 2024. Pelanggan yang menjadi korban semakin bertambah. 

Pada akhir Maret dilaporkan, ada 5 orang meninggal dan lebih dari 100 orang dirawat. 

Menanggapi kabar tersebut, Otoritas Kesehatan Jepang pun mulai melakukan pemeriksaan di pabrik kedua Kobayashi Pharmaceutical di Jepang bagian barat pada Minggu (31/3/2024). 

Penyelidikan kemudian diperluas terhadap penggunaan bahan ragi merah atau "Beni-Koji" yang terkandung dalam suplemen buatan Kobayashi Pharmaceutical. 

Beni-koji adalah sejenis jamur merah yang diketahui dapat mengurangi kadar kolesterol jahat. Bahan ini juga telah digunakan dalam makanan, minuman beralkohol, serta obat tradisional selama berabad-abad di Asia Timur. 

Namun, Beni-Koji disebut memiliki kandungan citrinin yang diyakini bisa memicu penyakit ginjal. 

Di sisi lain, Kobayashi Pharmaceutical juga telah melakukan penelitian terhadap suplemen buatannya, tetapi tidak menemukan adanya citrinin. 

Mereka justru menemukan bahan yang diduga merupakan asam puberulic. Senyawa tersebut diproduksi oleh penicillium jamur biru dalam bahan Beni-Koji dan berpotensi beracun. 

FYI sobat youtz, Kobayashi Pharmaceutical didirikan pada tahun 1919. Perusahaan ini memproduksi berbagai suplemen dan produk kesehatan, seperti penghangat tangan dan pengharum ruangan yang dipasarkan di Asia hingga Amerika Serikat. 

Mereka juga telah mengantongi izin peredaran suplemen yang mengandung Beni-Koji pada 2015, di bawah mantan perdana menteri Shinzo Abe. Namun, sejumlah pengawas di Jepang mengungkapkan, regulasi produk suplemen tersebut tidak cukup ketat. 


(Ann/Frq)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait