Waduh, Kenapa Banyak Anak Kecil Cuci darah?

Selasa, 30 Juli 2024

16475

Pengunggah: Anna Lutfhiah

gambar-utama
Foto: Salah satu anak yang harus cuci darah (KPCDI).

Kesehatan - Sobat youtz, ada kabar yang kurang menyenangkan nih. Beberapa waktu lalu beredar kabar bahwa banyak sekali anak-anak kecil yang melakukan cuci darah di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau RSCM. 

Menanggapi hal tersebut, konsultan nefrologi anak dari RSCM dr Eka Laksmi Hidayati, SpA(K) menegaskan tidak terjadi lonjakan kasus anak ke RSCM yang menjalani cuci darah. 

Lebih lanjut, Ia menjelaskan saat ini ada sekitar 60 anak yang menjalani terapi pengganti ginjal di RSCM.

30 diantaranya melakukan dialisis atau cuci darah rutin, sementara sisanya menjalani CAPD atau dialisis mandiri yang datang sebulan sekali ke rumah sakit. 

Adapun usia anak yang saat ini menjalani cuci darah di RSCM rata-rata di atas 12 tahun atau remaja. 

Terkait pemicu anak-anak sampai cuci darah atau hemodialisis, dr Eka menyebut banyak yang dipicu kelainan bawaan. Terbanyak kasus penyakit ginjal pada anak dipicu sindrom nefrotik. 

Selain itu, kelainan bawaan berupa bentuk ginjal yang tak normal juga menjadi pemicu adanya kasus cuci darah pada anak. Ada juga anak yang mengalami kista ginjal sehingga harus cuci darah. 

Kasus gagal ginjal pada anak ini memang menjadi perhatian pemerintah karena memiliki risiko kematian yang tinggi dan memerlukan biaya perawatan yang besar.

Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 26 September 2023, tercatat ada 312 kasus gagal ginjal pada anak, baik yang meninggal maupun yang sedang dalam perawatan. 

Adapun salah satu perawatan yang rutin dilakukan oleh penderita gagal ginjal adalah hemodialisa atau cuci darah. 

Proses ini melibatkan pembersihan darah dari sisa metabolisme dan cairan berlebih dengan bantuan mesin hemodialisa dan ginjal buatan. 

Sobat Youtz tau nggak sih, kalau ada beberapa faktor yang menjadi penyebab gagal ginjal pada anak, diantaranya: 

- Kebutuhan cairan tubuh anak tidak tercukupi dalam kurun waktu panjang.
- Telah mengalami penyakit ginjal tertentu, seperti radang ginjal akut, glomerulonefritis, dan sejenisnya.
- Riwayat penyakit bawaan dari orang tua kandung, seperti hipertensi dan diabetes.
- Mengalami keracunan zat tertentu.
- Efek samping dari obat-obatan tertentu.
- Kondisi yang menyebabkan aliran darah pada tubuh anak terganggu, seperti serangan jantung, operasi, perdarahan, dan lain sebagainya.
- Menderita sindrom hemolitik uremik (pembuluh darah kecil pada ginjal meradang dan rusak) 

Nah, itu dia Sobat Youtz alasan anak anak kecil banyak melakukan cuci darah. Yuk sama-sama kita jaga ginjal kita agar tetap sehat.


(Ann/Frq)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait