Arus Lalu Lintas Tol Jakarta–Tangerang Berpotensi Terganggu akibat Penutupan Lajur

Rabu, 27 Mei 2026

45

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Sumber gambar: Proses perbaikan Jalan Tol Jakarta-Tangerang

Mobilitas ribuan kendaraan di ruas Tol Jakarta–Tangerang diperkirakan akan menghadapi potensi perlambatan hingga awal Juni 2026 seiring penutupan sejumlah lajur untuk pekerjaan pemeliharaan jalan. Di tengah tingginya aktivitas harian masyarakat Jabodetabek, proyek preservasi jalan ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengguna jalan yang bergantung pada kelancaran akses tol setiap hari.
PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) bersama Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad melakukan pekerjaan rekonstruksi perkerasan dan Scrapping, Filling, Overlay (SFO) secara bertahap sejak 22 Mei hingga 2 Juni 2026. Selama proses pengerjaan berlangsung, beberapa lajur di titik-titik tertentu tidak dapat dilalui sementara waktu.

Pekerjaan dilakukan di sejumlah segmen strategis, baik arah Jakarta maupun menuju Tangerang. Di arah Jakarta, pemeliharaan dilakukan di sekitar KM 13 hingga KM 23, termasuk akses bus Off Ramp Kebun Jeruk yang dikenal padat pada jam sibuk. Sementara arah Tangerang, pekerjaan berlangsung di titik KM 14 hingga KM 20 yang juga menjadi jalur vital kendaraan komuter dan distribusi logistik.

Meski lajur lain tetap dioperasikan, potensi kepadatan dinilai sulit dihindari, terutama pada pagi dan sore hari saat volume kendaraan meningkat tajam. Penutupan sebagian lajur di ruas dengan intensitas kendaraan tinggi berisiko memicu antrean panjang apabila tidak diimbangi pengaturan lalu lintas yang optimal.

Di sisi lain, langkah pemeliharaan ini dinilai penting untuk menjaga kualitas infrastruktur jalan tol yang terus menanggung beban kendaraan dalam jumlah besar setiap harinya. Perbaikan berkala diperlukan agar kondisi jalan tetap aman dan memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), terutama menjelang periode mobilitas pertengahan tahun.

Senior Manager Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Ginanjar Bekti Rakhmanto, mengatakan pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keselamatan pengguna jalan serta upaya meminimalisir gangguan perjalanan.

“Pemeliharaan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk menjaga kondisi perkerasan tetap aman dan nyaman dilintasi pengguna jalan,” ujarnya.

Namun demikian, pengguna jalan diharapkan tidak hanya mengandalkan kelancaran operasional petugas di lapangan. Pengaturan waktu perjalanan, pemilihan jalur alternatif, hingga kesiapan menghadapi potensi antrean menjadi langkah penting yang perlu diperhatikan masyarakat selama masa pekerjaan berlangsung.

Di tengah kebutuhan mobilitas yang semakin tinggi, pekerjaan pemeliharaan jalan memang tidak terhindarkan. Tantangannya kini terletak pada bagaimana proses perbaikan dapat berjalan tanpa menambah beban kemacetan yang selama ini masih menjadi persoalan utama di kawasan metropolitan Jakarta dan sekitarnya.

Penulis : Radhwa Larasati Tetuko

Editor : Tiara De Silvanita

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait