Diduga Kesepian, Masinis Kereta Cepat di Paris Lakukan Bunuh Diri
Selasa, 31 Desember 2024
Pengunggah: Redaksi
News - Sebuah insiden tragis terjadi pada malam Natal di Paris. Bruno Rejony, seorang masinis kereta cepat TGV yang melaju dengan kecepatan 299 km/jam, diduga melompat keluar dari kereta untuk bunuh diri.
Kejadian ini membuat masyarakat di Paris terkejut, meskipun seluruh 400 penumpang di dalam kereta berhasil selamat berkat sistem proteksi otomatis yang aktif.
Diketahui, Kereta TGV tersebut berhenti secara otomatis setelah tidak lagi menerima instruksi dari masinis. Menyadari adanya kejanggalan, staf kereta mencoba menghubungi Rejony, namun tidak mendapatkan respons.
"Kami benar-benar tidak dapat memahami apa yang telah terjadi. Tidak seorang pun membayangkan yang terburuk," ujar salah satu pekerja kepada media lokal, Le Parisien.
Setelah 15 menit tanpa respons, seorang inspektur tiket membuka pintu kabin masinis dan menemukan ruangan tersebut kosong.
Pencarian dilakukan selama dua jam dilakukan dengan bantuan pesawat nirawak inframerah. Jasad Rejony ditemukan beberapa jam kemudian di sepanjang jalur rel.
Pihak berwenang menduga Rejony membuka pintu kabin dan melompat keluar sekitar pukul 21.00 waktu setempat.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Perhubungan Prancis Philippe Tabarot, Rejony diketahui menghadapi berbagai masalah pribadi yang berat.
"Menjadi pengemudi TGV adalah karier yang sangat sepi. Anda tidak bertemu siapa pun sepanjang minggu. Anda harus sangat kuat secara mental," ujar seorang rekan sesama masinis.
Mengenali Tanda Orang-orang yang Mau Bunuh Diri
Dalam laporan National Institute of Mental Health (NIMH) mencatat beberapa tanda utama, seperti:
- Menjauh dari teman atau keluarga.
- Berpamitan secara mendadak.
- Memberikan barang-barang berharga atau membuat surat wasiat.
- Mengambil risiko berbahaya, seperti mengemudi dengan sangat cepat.
- Perubahan suasana hati ekstrem, pola makan, atau kebiasaan tidur.
Bila seseorang menunjukkan tanda-tanda tersebut, langkah terbaik adalah berbicara dengan mereka secara terbuka.
“Membicarakan pikiran bunuh diri tidak akan membuat mereka lebih mungkin melakukannya. Sebaliknya, mendengarkan tanpa menghakimi dapat membantu mereka mempertimbangkan pilihan lain untuk mengatasi perasaan mereka," tulis pakar dalam jurnal NIMH.
Insiden ini menjadi pelajaran berharga akan pentingnya kesehatan mental, terutama dalam profesi yang menuntut isolasi dan tekanan tinggi.
(Far/Tir)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
News - Pijar Fondation sukses menggelar acara The Futurist Summit 2023. Salah satu konferensi bertemakan masa dep...
NewsRabu, 13 Desember 2023
News - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyampaikan keresahannya terkait persoalan kemanusiaan yang mak...
NewsKamis, 26 September 2024
News - Youtz Creative Incubator Batch 1 telah resmi ditutup pada Kamis (8/8/2024) secara online melalui Zoom Mee...
NewsJumat, 09 Agustus 2024
Community - Minimarket Indomaret Warujayeng, Nganjuk, mendadak jadi pusat perhatian setelah ribuan anggota komuni...
NewsSelasa, 17 Desember 2024
News - Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) baru-baru ini mengadakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)...
NewsSelasa, 30 Juli 2024
News - Tim Resmob Direktorat Reskrimum (Ditreskrimum) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menangkap seorang guru bern...
NewsMinggu, 05 Januari 2025
News - Sobat youtz sudah tahu belum dua dari calon presiden Indonesia kita kali ini adalah dulunya seorang gubern...
NewsKamis, 08 Februari 2024
Populasi komodo di Nusa Tenggara Timur kembali menjadi sorotan. Ancaman serius terhadap satwa purba ini bukan lag...
NewsJumat, 17 April 2026
News - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden resmi mundur dari pencalonan Presiden AS di bulan November menda...
NewsSenin, 22 Juli 2024
News – Mantan pejabat Mahkamah Agung (MA), Zarof Ricar, bikin geger ruang sidang Tipikor Jakarta Pusat, Senin (...
NewsSenin, 19 Mei 2025