Macet Parah di Tanjung Priok, Gubernur Jakarta Minta Maaf Beri Peringatan PT Pelindo

Sabtu, 19 April 2025

4130

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Foto: Macet di Tanjung Priok (MSN).

News — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara soal kemacetan parah yang melumpuhkan kawasan Tanjung Priok sejak Rabu (16/4/2025) malam.

Dalam sambutan acara Silaturahmi with Mas Pram pada Sabtu (19/4/2025), ia menyampaikan permintaan maaf kepada warga Jakarta dan menegaskan bahwa insiden ini tak bisa dianggap sepele.

“Saya mohon maaf atas kejadian luar biasa di Tanjung Priok. Kemacetan ini tidak hanya mengganggu logistik, tapi juga kehidupan warga. Saya minta maaf meski itu bukan tanggung jawab langsung Pemprov,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta.

Diketahui, masalah bermula dari lonjakan aktivitas bongkar muat di Terminal NPCT One, yang disebabkan oleh keterlambatan kedatangan tiga kapal asing. Kapasitas pelabuhan yang seharusnya hanya menangani 2.500 truk per jam, dipaksa menampung lebih dari 7.000 kendaraan selama tiga hari terakhir.

“Ini soal kapasitas dan tekanan volume yang tidak realistis. Saya sudah bicara langsung dengan Kepala Dinas Perhubungan, Pak Syafrin. Saya juga minta PT Pelindo diberi teguran keras,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Gubernur Pram menilai, permintaan maaf dari pihak Pelindo belum cukup. Ia menegaskan perlunya evaluasi serius agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kalau ini dibiarkan, yang rugi bukan cuma Jakarta, tapi reputasi nasional. Kita tidak bisa menormalisasi hal seperti ini,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Regional 2 PT Pelindo, Drajat Sulistyo, menyebut keterlambatan kapal berasal dari pelabuhan sebelumnya. Tiga kapal yang tertunda seharusnya tiba sepekan lalu, namun tertahan akibat efek domino keterlambatan pelabuhan global.

“Seperti pesawat delay, pelabuhan juga bisa mengalami efek serupa. Ini bukan kesalahan yang disengaja,” jelas Drajat.

Pelindo mengakui tidak memprediksi lonjakan volume kontainer, terlebih menjelang libur panjang akhir pekan. Tercatat, dalam dua hari terakhir terminal mereka harus merilis sekitar 4.200 kontainer, jauh di atas kapasitas normal.

Meski begitu, publik mendesak adanya mitigasi lebih baik dan koordinasi antarinstansi untuk menghindari kemacetan serupa, yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terburuk dalam sejarah pelabuhan Jakarta.

 

(Far/Tir)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait