Nasib Orangutan yang Pernah Kurus Kering pada 2023, Upaya Pemulihan Disorot
Sabtu, 30 Mei 2026
Pengunggah: Redaksi
Sepasang induk dan anak orang utan yang sempat ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kawasan tambang batu bara Kutai Timur pada 2023 lalu, kini menunjukkan perubahan besar setelah melalui proses rehabilitasi panjang. Mauliyan dan Ariandi, dua individu orang utan yang dulu bertubuh kurus kering akibat malnutrisi dan dehidrasi, kini kembali hidup di alam liar. Namun, kisah mereka sekaligus menjadi pengingat keras tentang ancaman kerusakan habitat satwa liar di Kalimantan.
Ketika dievakuasi tiga tahun lalu, kondisi Mauliyan dan Ariandi sangat memprihatinkan. Tubuh keduanya lemah akibat minimnya sumber pakan dan air di habitat mereka yang terdesak aktivitas tambang batu bara. Ariandi yang saat itu baru berusia tiga tahun masih bergantung penuh pada induknya, sementara produksi ASI Mauliyan terus menurun akibat kekurangan gizi.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur, M Ari Wibawanto, mengatakan fokus rehabilitasi kala itu lebih diarahkan pada pemulihan kesehatan dan peningkatan nutrisi. Insting liar keduanya dinilai masih sangat baik sehingga tidak membutuhkan rehabilitasi perilaku dalam waktu lama.
“Perilakunya masih liar sehingga yang dilakukan lebih kepada rehabilitasi kesehatan dan peningkatan nutrisinya,” ujar Ari.
Tim medis dan Centre for Orangutan Protection (COP) harus bekerja ekstra keras menyelamatkan Mauliyan. Kondisinya bahkan sempat kritis akibat hipoglikemia atau kadar gula rendah yang dipicu malnutrisi dan aktivitas menyusui. Selama rehabilitasi, Mauliyan mendapat porsi makan khusus dua kali lebih banyak dibanding orang utan lain. Tambahan alpukat, susu kedelai, cairan elektrolit, hingga terapi cairan rutin diberikan demi mempercepat pemulihan.
Upaya itu perlahan membuahkan hasil. Berat badan Mauliyan meningkat drastis dari hanya sekitar 19 kilogram menjadi 34 kilogram menjelang pelepasliaran pada Maret 2024. Kulitnya mulai membaik, rambut yang sempat rontok kembali tumbuh, dan kondisi fisiknya pulih tanpa menghilangkan naluri liarnya.
Kini, lebih dari dua tahun setelah dilepasliarkan di kawasan Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat, Kecamatan Busang, Kutai Timur, kondisi keduanya jauh berbeda. Dalam dokumentasi terbaru tim konservasi, Mauliyan tampak lebih sehat dan gemuk, sementara Ariandi yang kini berusia enam tahun masih terlihat bergelayut manja di tubuh induknya di atas pepohonan.
Meski kisah pemulihan ini memberi harapan, kondisi Mauliyan dan Ariandi juga membuka kenyataan pahit tentang menyusutnya ruang hidup orang utan akibat ekspansi industri ekstraktif. Satwa yang seharusnya hidup bebas di hutan justru ditemukan dalam kondisi kelaparan di area tambang. Rehabilitasi yang berhasil dilakukan tim konservasi menjadi bukti bahwa penyelamatan satwa liar membutuhkan kerja panjang, biaya besar, dan pengawasan berkelanjutan.
Di sisi lain, kasus ini memunculkan pertanyaan lebih besar: sampai kapan habitat orang utan terus terdesak sebelum lebih banyak satwa bernasib serupa? Pemulihan Mauliyan dan Ariandi memang membawa kabar baik, tetapi perlindungan hutan tetap menjadi kunci utama agar kisah kelaparan dan malnutrisi orang utan tidak kembali terulang di Kalimantan.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
News — Pemerintah Provinsi Aceh secara resmi mengirim surat kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaika...
NewsSenin, 30 Juni 2025
Industri perfilman Indonesia kembali mencatat tonggak sejarah baru. Film komedi lokal Agak Laen: Menyala Pantiku ...
NewsJumat, 13 Maret 2026
News - Program Studi (Prodi) Akuntasi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (...
NewsSelasa, 19 Desember 2023
News - Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) membuka pendaftaran Letter of Acceptance (LoA) untuk bebas...
NewsSelasa, 09 Januari 2024
News - Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta memastikan seluruh dokumen penting tetap aman meskipun ruang sekret...
NewsSenin, 30 Desember 2024
News - Mark Carney dari Partai Liberal resmi terpilih sebagai Perdana Menteri Kanada, menggantikan Justin Trudeau...
NewsSelasa, 11 Maret 2025
News - Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar pelatihan gula semut dan jahe instan di Dusun Idaman, De...
NewsSenin, 09 September 2024
Dalam beberapa tahun terakhir, Kejaksaan Agung berhasil mengungkap kasus korupsi besar di Tanah Air. Hal ini buka...
NewsJumat, 07 November 2025
Kematian gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) bernama Ratna di R Zoo and Park, Kabupaten Serdang Bedagai, ...
NewsSenin, 30 Maret 2026
News - Komisi III DPR RI melontarkan kritik terhadap operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberant...
NewsKamis, 21 Agustus 2025