Perburuan Ilegal Disorot, Kelangsungan Komodo di Nusa Tenggara Timur Terancam
Jumat, 17 April 2026
Pengunggah: Redaksi
Populasi komodo di Nusa Tenggara Timur kembali menjadi sorotan. Ancaman serius terhadap satwa purba ini bukan lagi sekadar isu konservasi, melainkan telah menjelma menjadi praktik kejahatan terorganisir lintas wilayah bahkan lintas negara.
Terbaru, Polda Jawa Timur mengungkap jaringan perdagangan ilegal komodo yang terhubung hingga Thailand. Kasus ini melibatkan pelaku dari Manggarai Timur, Surabaya, hingga Jawa Tengah, dengan total 20 ekor komodo diperdagangkan sejak 2025 senilai lebih dari setengah miliar rupiah. Fakta ini menegaskan bahwa komodo bukan hanya diburu, tetapi juga dikomodifikasi dalam jaringan perdagangan satwa internasional.
Kepala Balai Besar KSDA, Adhi Nurul Hadi, mengonfirmasi bahwa praktik ini berdampak langsung pada penurunan populasi. Ironisnya, perburuan justru lebih banyak terjadi di luar kawasan konservasi seperti Taman Nasional Komodo. Padahal, wilayah tersebut selama ini dianggap sebagai benteng utama perlindungan komodo.
Data menunjukkan, populasi komodo di luar kawasan taman nasional hanya berkisar 700 ekor dan telah berkurang sekitar 100 individu. Sementara di dalam kawasan konservasi, jumlahnya relatif lebih stabil, yakni antara 2.000 hingga 3.000 ekor. Ketimpangan ini memperlihatkan bahwa perlindungan belum merata, dan wilayah di luar taman nasional menjadi titik paling rentan.
Yang lebih mengkhawatirkan, pemburu kini menyasar anakan komodo berusia 1 hingga 1,5 tahun. Selain lebih mudah ditangkap, fase hidup ini memang penuh kerentanan. Anak komodo cenderung hidup di pohon untuk menghindari predator, termasuk induknya sendiri yang bersifat kanibal. Celah ekologis ini dimanfaatkan secara sistematis oleh pemburu, yang menggunakan jebakan sederhana seperti pipa paralon berumpan untuk menangkapnya.
Praktik ini menunjukkan bahwa perburuan ilegal tidak lagi bersifat sporadis, melainkan sudah terstruktur, memanfaatkan pengetahuan tentang perilaku satwa. Di sisi lain, lemahnya pengawasan di luar kawasan konservasi memperbesar peluang eksploitasi terus terjadi.
Upaya penegakan hukum memang penting, namun tidak cukup. Kesadaran masyarakat menjadi kunci krusial, terutama karena sebagian habitat komodo berada dekat dengan permukiman warga. Tanpa keterlibatan publik, perlindungan komodo akan selalu timpang—kuat di kawasan resmi, namun rapuh di wilayah sekitarnya.
Jika kondisi ini terus berlanjut, komodo bukan hanya terancam sebagai spesies, tetapi juga sebagai simbol keanekaragaman hayati Indonesia. Ancaman terhadap komodo sejatinya adalah cerminan dari kegagalan kolektif dalam menjaga ekosistem.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
News - Sobat Youtz, setelah sempat diisukan bahwa Pemerintahan Prabowo-Gibran akan menambah jumlah kementerian da...
NewsSenin, 07 Oktober 2024
News - Harapan Suratmo (56) dan Sutijah (59), pasangan suami-istri asal Desa Pelutan, Pemalang, untuk melihat dua...
NewsSabtu, 04 Januari 2025
News – Jakarta kembali masuk dalam daftar 10 ibu kota paling berpolusi di dunia pada 2024.Dalam Laporan World A...
NewsKamis, 13 Maret 2025
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu kesehatan mental, kebutuhan akan ruang yang aman untuk mengenali se...
NewsKamis, 16 Juli 2026
News – Suasana duka masih menyelimuti keluarga Rusdamdiansyah alias Dandi, driver ojek online yang tewas diania...
NewsKamis, 11 September 2025
News - Niat hati ingin healing setelah menempuh ujian sekolah dengan pergi berwisata, namun hal tersebut menjad...
NewsRabu, 22 Mei 2024
News - Sobat Youtz, Incubator Jurnalis dan Kepenulisan Youtz Media sukses menggelar Workshop Jurnalistik dan Kepe...
NewsSabtu, 06 Juli 2024
Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menegaskan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai satu-satunya lembaga be...
NewsSenin, 06 April 2026
News - 15 truk bantuan kemanusiaan milik Program Pangan Dunia (WFP) dijarah pada Kamis malam (22/5/2025), saat he...
NewsSabtu, 24 Mei 2025
News — Presiden Prabowo Subianto meminta rancangan dasar (basic design) gedung-gedung legislatif dan yudikatif ...
NewsJumat, 24 Januari 2025