Putin Klaim Secara Teoritis Keseluruhan Ukraina Milik Rusia
Selasa, 24 Juni 2025
Pengunggah: Alexandria Febyola Christyana
News - Presiden Rusia Vladimir Putin kembali melontarkan pernyataan kontroversial yang bikin komunitas internasional geleng-geleng kepala.
Bagaimana tidak, dalam pidatonya di Forum Ekonomi Internasional Saint Petersburg, Jumat (20/6), Putin terang-terangan menyebut bahwa Ukraina dan Rusia adalah "orang sebangsa", dan karenanya, "seluruh Ukraina adalah milik kami."
“Di mana kaki tentara Rusia berpijak, tempat itu milik kami,” ujar Putin saat menjawab pertanyaan soal tujuan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022 lalu.
Pernyataan itu bukan cuma menyulut kemarahan Kyiv, tapi juga memicu kekhawatiran dunia akan ambisi teritorial Kremlin yang makin terang-terangan.
“Pernyataan sinis Putin menunjukkan penghinaan terhadap upaya perdamaian yang ditengahi AS,” kata Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga, melalui akun resminya di X.
Lebih lanjut, Andriy menilai, satu-satunya cara untuk menghentikan Rusia adalah dengan “mencabut kekebalan hukum” yang selama ini melindungi mereka.
Di sisi lain, Putin juga menyinggung soal kota Sumy, wilayah timur laut Ukraina yang hanya 30 kilometer dari perbatasan Rusia.
Meski mengklaim tidak berniat merebut kota itu, ia tidak menutup kemungkinan perubahan rencana.
"Pasukan kami telah menembus hingga 12 kilometer ke wilayah Sumy. Kami menetapkan zona penyangga demi perlindungan," tambahnya.
Sumy sendiri memang bukan bagian dari lima wilayah Ukraina yang telah dianeksasi Moskow sebelumnya, sepertu Donetsk, Luhansk, Kherson, Zaporizhzhia, dan Krimea.
Tapi wilayah ini sering jadi target serangan Rusia dan titik panas dalam pertempuran. Bahkan, pada Agustus 2024, Ukraina sempat melancarkan serangan balik ke wilayah perbatasan Rusia dari Sumy dan merebut puluhan desa sebelum dipukul mundur pasukan Rusia yang didukung ribuan tentara Korea Utara.
Pernyataan Putin ini muncul di tengah kian suramnya prospek negosiasi damai antara Kyiv dan Moskow. Rusia bersikeras bahwa gencatan senjata hanya bisa terjadi jika Ukraina bersedia menyerahkan wilayah-wilayah yang mereka klaim.
Bagi Ukraina dan sekutu-sekutu Baratnya, itu bukan kompromi, melainkan penyerahan kedaulatan.
Dengan eskalasi yang terus berlanjut dan narasi historis Rusia yang diputar balik, banyak pihak menilai bahwa perang ini belum akan berakhir dalam waktu dekat.
(Chi/Far)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah Kejaksaan Agung mengungkap dugaan penyi...
NewsRabu, 17 Juni 2026
Jakarta - Polusi udara terus merebak di atas langit jakarta. Padahal sejauh ini jumlah kendaraan terpantau lebih ...
NewsSelasa, 05 September 2023
Sebuah unggahan sederhana di media sosial kembali menjadi pengingat bahwa ruang digital bukanlah ruang privat tan...
NewsMinggu, 22 Maret 2026
News - Presiden Amerika Serikat yang baru dilantik, Donald Trump, mengambil kebijakan kontroversial dengan menghe...
NewsKamis, 30 Januari 2025
News - Kasus penganiayaan terhadap Muhammad Luthfi Hadyhan (22), mahasiswa koas Universitas Sriwijaya (Unsri), me...
NewsSabtu, 14 Desember 2024
News — Penangkapan mahasiswi Institut Teknologi Bandung (ITB) berinisial SSS karena mengunggah meme bergambar P...
NewsSabtu, 10 Mei 2025
Di sebuah pulau buatan di kawasan Samboja Lestari, Kalimantan Timur, seekor orangutan jantan bernama Rambo berjal...
NewsJumat, 15 Mei 2026
News - Girls Beyond sukses menggelar acara Go Get It 2023. Acara tersebut merupakan konferensi untuk membantu par...
NewsMinggu, 17 Desember 2023
News – Potongan video dakwah Gus Miftah viral kembali dan memicu amarah publik.Dalam video tersebut, mantan utu...
NewsMinggu, 08 Desember 2024
News - Ribuan pengemudi Ojek Online (Ojol) dari berbagai platform akan melakukan aksi mogok massal hari ini, Kami...
NewsKamis, 29 Agustus 2024