Serentak di Berbagai Kota, Warga AS Lakukan Aksi Demonstrasi Tolak Kebijakan Donald Trump
Minggu, 20 April 2025
Pengunggah: INA
News - Ribuan warga Amerika Serikat (AS) kembali memadati jalan-jalan besar pada Sabtu (19/4/2025) untuk menyuarakan penolakan terhadap kebijakan Presiden Donald Trump yang dianggap melanggar nilai-nilai demokrasi dan akal sehat publik.
Aksi berlangsung serentak di berbagai kota besar seperti New York City, Washington DC, San Francisco, hingga Galveston, Texas. Di New York, massa berkumpul di depan perpustakaan kota sambil membawa poster bertuliskan “Tolak Tirani” dan “Tidak Ada Raja di Amerika”.
Semangat yang sama juga meletup di berbagai titik lainnya, menyuarakan keresahan warga terhadap kebijakan imigrasi, pemangkasan dana riset, dan menguatnya sentimen diskriminatif.
Isu deportasi mendominasi. “No ICE, no fear, immigrants are welcome here!” teriak massa, mengecam kebijakan penangkapan imigran oleh ICE (Immigration and Customs Enforcement) yang dianggap brutal dan diskriminatif.
Demonstrasi ini menunjukkan penolakan luas terhadap kebijakan-kebijakan yang merusak kepercayaan terhadap sistem hukum.
Benjamin Douglas (41), salah satu peserta aksi di Washington DC, menilai pemerintahan Trump telah melangkahi batas.
“Ini bukan sekadar tentang Trump, ini soal membela konstitusi dan supremasi hukum,” ujarnya.
Ia bahkan membawa poster pembebasan Mahmoud Khalil, seorang mahasiswa pro-Palestina yang ditangkap bulan lalu, yang dianggap sebagai bukti represi politik makin nyata.
Di sisi lain, Kathy Valy (73), anak korban Holocaust yang ikut dalam aksi di New York, bahkan membandingkan situasi kini dengan awal kebangkitan Hitler di Jerman.
“Trump mungkin berbeda dari fasis lainnya, tapi bahayanya tetap nyata. Dia jauh lebih sembrono,” ujarnya lantang.
Kritik juga datang dari kalangan akademisi. Daniella Butler (26), mahasiswa doktoral imunologi dari Johns Hopkins University, menyampaikan kekhawatirannya terhadap pemotongan dana riset oleh pemerintahan Trump.
“Kalau ilmu pengetahuan diabaikan, nyawa bisa jadi taruhannya,” katanya, sambil membentangkan peta penyebaran wabah campak di Texas.
Pernyataan tersebut mengarah ke Kepala Kesehatan Trump, Robert F. Kennedy Jr., yang dikenal karena sikap skeptis terhadap vaksin—posisi yang dikritik luas oleh komunitas medis.
Di San Francisco, warga membentuk tulisan raksasa “IMPEACH + REMOVE” di tepi pantai. Sementara itu, beberapa peserta aksi membentangkan bendera AS dalam posisi terbalik—tanda keadaan darurat demokrasi.
Salah satu demonstran senior, Patsy Oliver (63), menegaskan bahwa diam bukan lagi pilihan.
“Ini aksi keempat saya. Biasanya saya menunggu pemilu, tapi sekarang kita tak bisa pasif,” ujarnya.
Protes besar ini diinisiasi oleh jaringan aktivis 50501, yang mengoordinasikan lebih dari 400 demonstrasi di seluruh negeri. Dalam pernyataan resminya, mereka menyebut aksi ini sebagai “respons cepat terhadap tindakan anti-demokrasi pemerintahan Trump dan sekutunya”.
Mereka menegaskan bahwa meskipun aksi ini menyebar luas, semua dilakukan dengan damai.
“Kami percaya, demokrasi dibangun lewat suara kolektif, bukan ketakutan,” tulis mereka.
(ina/Far)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Tokyo - Gempa berkekuatan 6,3 Magnitudo mengguncang seluruh wilayah Jepang bagian barat daya hingga membuat 8 ora...
NewsKamis, 18 April 2024
Kasus meninggalnya dokter muda asal Nusa Tenggara Timur, dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disap...
NewsSenin, 29 Juni 2026
News - Biasanya seorang mahasiswa akan mendapatkan gelar sesuai stratanya setelah melakukan berbagai proses pengu...
NewsJumat, 26 Januari 2024
News - Bagimana kamu membayangkan dirimu meninggal dalam keadaan seorang diri, tanpa kerabat dan orang terdekat.H...
NewsSelasa, 10 September 2024
News - Dua tahun pascagempa dahsyat 2023, ribuan warga di pegunungan Atlas, Maroko, masih bertahan hidup di tenda...
NewsRabu, 17 September 2025
News – Pangeran Al-Waleed bin Khaled bin Talal Al Saud, yang selama dua dekade terakhir dikenal sebagai “Pang...
NewsSelasa, 22 Juli 2025
Fenomena parkir liar di kawasan Monumen Nasional kembali menjadi sorotan publik. Di tengah upaya pemerintah menat...
NewsSabtu, 28 Maret 2026
News - Tiga Youtuber ternama yang tergabung dalam channel Youtube Akeloy Production diringkus polisi usai kontenn...
NewsRabu, 08 Mei 2024
News - Restoran cepat saji terbesar di dunia McDonald's (McD) mendapat ancaman boikot dari warganet usai disinyal...
NewsMinggu, 15 Oktober 2023
News - Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai seorang migran di malaysia tewas ditembak di Perairan Ta...
NewsMinggu, 26 Januari 2025