The Indonesian Institute: Keterlambatan Status Darurat Nasional di Sumatera Bukti Pemerintah Gagal Lindungi Rakyat dan Menutup Pintu Bantuan Internasional
Kamis, 11 Desember 2025
Pengunggah: Redaksi
Bencana di Sumatera hingga hari ini telah menelan 914 korban jiwa dan jumlah tersebut diprediksi terus bertambah. Situasi diperburuk oleh terbatasnya akses jalan, listrik, dan air bersih. Bantuan dari relawan pun kesulitan menjangkau wilayah-wilayah yang terpencil, sementara kebutuhan dasar masyarakat semakin mendesak.
Menanggapi kondisi ini, Felia Primaresti, Manajer Riset dan Program The Indonesian Institute, mendesak pemerintah untuk segera menetapkan status darurat nasional. Menurutnya, keterlambatan ini berdampak langsung pada kelompok rentan. “Tanpa status darurat nasional, mekanisme perlindungan kelompok rentan tidak menjadi prioritas negara dan penanganan ya menjadi tidak optimal. Anak-anak, lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas adalah kelompok yang paling terdampak. Ini bukan hanya soal banjir atau longsor, tetapi soal hak atas keselamatan dan layanan dasar bagi setiap warga negara,” tegas Felia.
Felia juga menyoroti bahwa tawaran bantuan dari komunitas internasional telah muncul, namun tertahan akibat belum adanya penetapan darurat nasional. “UEA sudah menyatakan siap memberikan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana di Sumatera—namun semua itu menunggu lampu hijau dari pemerintah Indonesia. Keengganan menetapkan status darurat nasional sama saja dengan menutup pintu bantuan internasional di saat rakyat sangat membutuhkan dukungan,” ujarnya.
Dalam konteks politik, Felia menilai keterlambatan ini tidak bisa dilepaskan dari kecenderungan pemerintah menghindari konsekuensi politik dari penetapan darurat nasional. Status tersebut menuntut akuntabilitas lebih tinggi, audit penggunaan anggaran, serta pengakuan bahwa kapasitas negara tidak mampu mengatasi bencana dengan mekanisme biasa.
“Pemerintah tampak berhitung secara politik. Penetapan darurat nasional dianggap dapat memperlihatkan kelemahan institusional dan kegagalan mitigasi, sehingga keputusan ditunda meskipun kondisi lapangan menunjukkan urgensi,” jelasnya. Padahal, lanjut Felia, prioritas negara seharusnya adalah keselamatan warga, bukan stabilitas citra politik.
Lebih lanjut, Felia menegaskan bahwa lambatnya penetapan status ini menunjukkan kegagalan tata kelola pemerintahan dalam merespons situasi krisis. Praktik birokrasi yang lambat juga ikut memengaruhi efektivitas distribusi bantuan untuk para korban bencana karena harus melalui pemerintah. Sementara, pemerintah di daerah bencana juga ada yang sudah menyatakan ketidaksanggupannya.
“Ini bukan sekadar soal nomenklatur kebencanaan; ini soal kapasitas negara dan mindset pejabat publik dan political will dan komitmennya dalam merespons bencana besar, mengambil tindakan cepat, melakukan audit terbuka, dan bertanggung jawab atas kegagalan tata kelola. Pemerintah wajib menunjukkan sense of urgency yang sebanding dengan skala kerusakan dan penderitaan masyarakat,” tutupnya.
Penulis : Tiara De Silvanita
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
News - Ribuan massa aksi dari berbagai elemen yang menolak pengesahan revisi Undang-Undang (UU) Pilkada sukses ro...
NewsKamis, 22 Agustus 2024
News - Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman memilih meninggalkan ruang sidang saat pembacaan putusan sela s...
NewsSelasa, 04 Februari 2025
News - Salah satu anggota Polsek Ciputat Timur, Briptu Fadel Ramos, diduga terkena siram air keras oleh gerombola...
NewsJumat, 17 Januari 2025
News – Rencana pemindahan aparatur sipil negara (ASN) ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, resmi ditu...
NewsSelasa, 22 April 2025
News — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara soal kemacetan parah yang melumpuhkan kawasan Tanjung Prio...
NewsSabtu, 19 April 2025
News - Pijar Fondation sukses menggelar acara The Futurist Summit 2023. Salah satu konferensi bertemakan masa dep...
NewsRabu, 13 Desember 2023
News – Dompet Dhuafa (DD) Sulawesi Selatan (Sulsel) sukses melaksanakan program penyaluran paket nutrisi di Kam...
NewsSenin, 25 November 2024
News - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri resmi ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dug...
NewsKamis, 23 November 2023
News - Perayaan Hari Jadi Bogor ke-542 berlangsung dengan meriah dan disambut penuh antusiasme oleh warga. Rib...
NewsMinggu, 02 Juni 2024
News - Tim Resmob Direktorat Reskrimum (Ditreskrimum) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menangkap seorang guru bern...
NewsMinggu, 05 Januari 2025