Wamenhut Dorong Perhutanan Sosial di Bali, Mangrove Diproyeksikan Jadi Motor Ekonomi Hijau
Selasa, 14 Juli 2026
Pengunggah: Redaksi
Menjelang peringatan Hari Mangrove Sedunia, Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki mengunjungi kawasan hutan mangrove di Bali untuk memastikan upaya pelestarian berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bagi pemerintah, mangrove tidak lagi dipandang hanya sebagai benteng alami pesisir, tetapi juga sebagai fondasi pengembangan ekonomi hijau berbasis konservasi.
Kunjungan kerja yang berlangsung pada Jumat (10/7/2026) itu diawali di Mangrove Information Center (MIC) Denpasar. Rohmat meninjau ruang edukasi, melihat hasil rehabilitasi mangrove, menanam bibit mangrove secara simbolis, hingga menyusuri kawasan boardwalk untuk mengamati kondisi ekosistem dan potensi wisata alam yang telah berkembang. Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan ke kawasan Showcase G20 di Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai.
Menurut Rohmat, MIC memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai pusat edukasi sekaligus destinasi wisata berbasis konservasi. Pengembangan fasilitas pendukung, seperti sektor kuliner dan layanan wisata, dinilai mampu menciptakan nilai tambah ekonomi tanpa mengorbankan fungsi ekologis kawasan.
Di tengah meningkatnya ancaman abrasi, pencemaran, dan perubahan iklim, pemerintah menilai keberadaan mangrove semakin strategis. Rohmat menyebut ekosistem tersebut berperan penting menjaga kualitas lingkungan sekaligus menopang kehidupan masyarakat pesisir.
"Mangrove adalah ginjalnya bumi, mampu menyaring limbah, polusi, sampah. Mangrove juga menahan abrasi air laut. Mangrove sumber kehidupan masyarakat, dari kepiting, ikan, udang yang menjadi sumber penghasilan masyarakat. Mari kita terus lestarikan mangrove Indonesia," ujarnya.
Namun, pembangunan ekonomi hijau yang diusung pemerintah tidak berhenti pada sektor wisata. Dalam dialog bersama jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan di Denpasar, Rohmat menegaskan Perhutanan Sosial kembali diusulkan menjadi Program Strategis Nasional (PSN). Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas akses masyarakat miskin dan miskin ekstrem terhadap pengelolaan kawasan hutan, sesuai amanat Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.
Hingga kini, pemerintah telah memberikan persetujuan Perhutanan Sosial seluas sekitar 8,4 juta hektare di seluruh Indonesia. Sementara penetapan hutan adat telah mencapai sekitar 368.877 hektare, dengan target terus diperluas sebagai bagian dari penguatan hak kelola masyarakat.
Pemerintah juga mulai membuka peluang ekonomi baru melalui perdagangan karbon sektor kehutanan. Melalui Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026, kelompok Perhutanan Sosial dan masyarakat hukum adat dapat ikut terlibat dalam skema offset emisi gas rumah kaca. Kebijakan tersebut diharapkan membuat manfaat ekonomi karbon tidak hanya dinikmati pelaku usaha, tetapi juga masyarakat yang selama ini menjaga kawasan hutan.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih membayangi implementasi Perhutanan Sosial. Keterbatasan jumlah pendamping, kapasitas kelembagaan masyarakat, hingga kesiapan mengakses pasar karbon menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar manfaat ekonomi hijau benar-benar dirasakan di tingkat tapak.
Karena itu, Kementerian Kehutanan berkomitmen menambah tenaga pendamping dan memperluas kolaborasi melalui skema Integrated Area Development (IAD). Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat pengelolaan hutan berbasis masyarakat sekaligus memastikan pelestarian ekosistem mangrove berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan warga pesisir.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
News - Seorang mahasiswi di Riau selepas pulang dari club malam dan terindikasi terpengaruh narkoba menabrak seo...
NewsSenin, 05 Agustus 2024
News - Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta memastikan seluruh dokumen penting tetap aman meskipun ruang sekret...
NewsSenin, 30 Desember 2024
News - Sobat youtz sudah tahu belum bahwa salah satu dari calon presiden kita kali ini ada yang merupakan seorang...
NewsSelasa, 06 Februari 2024
News – Selama 12 tahun, seorang guru honorer di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, harus bertahan hi...
NewsSelasa, 13 Mei 2025
Edukasi - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mengemukakan bahwa angka putus sekolah di Indonesia terus ...
NewsSenin, 30 Oktober 2023
News - Menjelang Hari Raya Idul Adha semua umat islam di Indonesia akan merayakan lebaran kurban 1445 Hijriah. T...
NewsSabtu, 15 Juni 2024
News - Program Studi (Prodi) Akuntasi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (...
NewsSelasa, 19 Desember 2023
News - Dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-79 yang berlangsung pada Selasa, 10 Septembe...
NewsSelasa, 17 September 2024
News - Baru-baru ini, fenomena boneka Labubu mencuri perhatian publik, terutama setelah event Special Drop di Gan...
NewsRabu, 18 September 2024
News - Mischka Aoki, remaja asli Indonesia berusia 15 tahun, kembali mengukir prestasi gemilang di panggung Inter...
NewsSelasa, 24 September 2024