Akses Teknologi Diblokir AS, China Justru Produksi Chip 5nm

Jumat, 04 Juli 2025

3060

Pengunggah: Cindi Charolina Rismaiba Siregar

gambar-utama
Foto: Chip 5nm China (Salika.co).

Tech - Sejak China mendapatakan tekanan embargo teknologi dari Amerika Serikat,  justru negeri tirai bambu itu membuat gebrakan yang bikin dunia teknologi geleng-geleng.

Bagaimana tidak, melalui perusahaan semikonduktor raksasanya, SMIC (Semiconductor Manufacturing International Corporation), China berhasil memproduksi chip 5 nanometer tanpa bantuan mesin canggih EUV (Extreme Ultraviolet) buatan Belanda.

Padahal selama ini, mesin EUV buatan ASML dianggap sebagai kunci utama dalam memproduksi chip kecil dan kencang yang biasa dipakai di smartphone flagship dan AI superkomputer.

Namun, SMIC mengambil jalan lain. Diketahui, mereka memakai teknologi litografi jadul, DUV (Deep Ultraviolet), yang selama ini dianggap ‘kurang mumpuni’ untuk bikin chip secanggih ini.

Tapi lewat pendekatan teknis ultra rumit bernama Self-Aligned Quadruple Patterning (SAQP), mereka berhasil mencetak chip 5nm yang fungsional.

SAQP pada dasarnya adalah teknik mencetak pola sirkuit mini di atas wafer chip sebanyak empat kali. Butuh ketelitian gila-gilaan dan kesabaran.

Padahal, sejak 2020, SMIC telah masuk daftar hitam AS. Mereka dilarang pakai mesin EUV dan akses ke berbagai teknologi Amerika buat produksi chip kelas atas ditutup rapat. Saat itu, banyak analis berpikir China bakal mentok di teknologi 14nm.

Namun, di luar prediksi, bukan cuma berhasil bikin chip 5nm, mereka juga dikabarkan sedang ngulik metode Self-Aligned Octuple Patterning (SAOP) buat produksi chip 3nm.

Bayangkan, pola sirkuit diulang cetaknya sampai delapan kali buat nyamain hasil cetakan mesin EUV. Kalau ini sukses, bisa jadi game-changer besar di industri chip global.

Bahkan di bawah tekanan embargo, China tetap bisa inovasi, meskipun jalannya lebih panjang, mahal, dan penuh tantangan.

 

(Cin/Far)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait