Influencer Wajib Punya Sertifikat Keahlian untuk Membuat Konten Tapi ini di Negara China
Kamis, 30 Oktober 2025
Pengunggah: Redaksi
Baru-baru ini, Administrasi Siber Cina alias CAC, regulator internet di Cina mewajibkan influencer memiliki sertifikat pelatihan atau pendidikan formal jika ingin menampilkan konten sensitif seperti kedokteran, hukum, pendidikan atau keuangan di media sosial. Langkah tersebut menjadi upaya pemerintah untuk memastikan bahwa konten yang beredar di platform digital bersifat ilmiah, kredibel, dan tidak menyesatkan.
Dalam aturan baru ini, para pembuat konten diberi waktu dua bulan untuk menyerahkan dokumen seperti ijazah, sertifikat pelatihan, atau kredensial profesional terverifikasi yang menunjukkan keahlian mereka. Selain itu, setiap konten yang membahas topik sensitif diwajibkan mencantumkan sumber informasi serta menjelaskan bila terdapat unsur dramatisasi atau penggunaan teknologi AI.
Hal ini pun memberikan dampak bagi para influencer. Selain dampak bagi para influencer, platform Douyin (TikTok versi China), Bilibili, dan Weibo juga diwajibkan untuk memverifikasi kredensial influencer, menjaga akurasi informasi yang disebarkan, dan mengingatkan pengguna tentang tanggung jawab hukum dan ilmiah mereka dalam membuat atau membagikan konten.
Selain soal sertifikasi, CAC juga menerapkan larangan total terhadap iklan produk dan layanan medis, termasuk obat, suplemen, makanan kesehatan, hingga konsultasi daring. Aturan baru ini juga menarget akun yang menyamar sebagai profesional atau memakai format edukasi untuk menjual produk.
Tidak hanya sampai disitu, pemerintah China juga memerintahkan para platform ntuk melatih algoritma agar bisa mengenali dan memblokir konten berbau seksual yang dikemas seolah-olah sebagai edukasi.
Influencer yang melakukan kejahatan akan dikenakan pertanggungjawaban pidana sesuai dengan hukum. Kreator konten yang melanggar hukum dan etika tidak boleh diberi kesempatan untuk tampil di depan umum atau layar, untuk mencegah mereka berpindah platform dan kembali berkarya di Cina. Terkait akan hal ini, CAC beranggapan kebijakan ini bertujuan melindungi masyarakat dari konten yang bisa memengaruhi kesehatan, keuangan, atau keselamatan publik.
Penulis : Anna. L
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Teknologi - Seiring berkembang pesatnya kecanggihan teknologi membuat sejumlah layanan publik dan transportasi me...
TechKamis, 01 Agustus 2024
Teknologi - Sebagai platform yang dapat membagi pesan antar satu ke pengguna lainnya, Telegram terancam ditutup.Â...
TechSenin, 26 Agustus 2024
Teknologi - Semakin kesini, sumber informasi bisa didapatkan di berbagai platform termasuk sosial media. Google s...
TechSabtu, 20 April 2024
Teknologi - Sebuah suku di pedalaman Amazon, Suku Marubo akhirnya dapat menikmati akses internet berkat Starlink....
TechRabu, 05 Juni 2024
Teknologi - Maraknya praktik judi online di Indonesia mendorong para pemangku kebijakan untuk bertemu guna mencar...
TechSelasa, 03 Desember 2024
Tech - Â Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menginvestigasi dugaan peretasan yang berpotensi men...
TechSelasa, 04 Februari 2025
Teknologi - Dunia kembali digegerkan oleh penemuan Teknologi kecerdasan buatan (AI) setelah berhasil menemukan be...
TechJumat, 11 Agustus 2023
Tech - Perusahaan induk Facebook dan Instagram, Meta sedang gencar-gencarnya membersihkan linimasa dari konten ha...
TechKamis, 17 Juli 2025
Teknologi - Sobat Youtz harus tahu, lahir di era berkembangnya teknologi tidak menjamin sobat bakal jadi generasi...
TechRabu, 15 November 2023
Tech - Konsorsium investor yang dipimpin oleh Elon Musk mengajukan penawaran senilai USD 97,4 miliar atau sekitar...
TechSelasa, 11 Februari 2025