Ketika Orang Tua Merasa Tidak Bisa Bahagiakan Anak, Apa yang Harus Dilakukan?

Selasa, 15 Juli 2025

2595

Pengunggah: Anna Lutfhiah

gambar-utama
Foto: Orang tua bersama anak (haibunda).

Education — Membahagiakan anak tentu jadi cita-cita hampir semua orang tua. Namun, bagaimana jika suatu saat mereka merasa tak sanggup memenuhi ekspektasi itu?

Psikolog anak dan co-founder BN Montessori, Pritta Tyas, M.Psi., mengatakan penting bagi orang tua untuk lebih dulu memahami dalam hal apa mereka merasa “gagal” membahagiakan anak. Sebab kebahagiaan anak bukan cuma soal materi, tapi soal keterhubungan emosi dan ruang berekspresi.

“Misalnya orang tua merasa tidak mampu memberi fasilitas les, cukup ajak anak main sore ke taman, ngobrol, atau belanja bareng di pasar. Itu juga bentuk cinta,” ujar Pritta.

Menurutnya, membebaskan anak melakukan aktivitas yang mereka sukai bisa jadi sumber kebahagiaan yang sederhana tapi berdampak besar. Jika kendalanya ada di lingkungan sosial anak, orang tua bisa bantu mencarikan komunitas atau teman bermain yang positif.

Yang terpenting, lanjut Pritta, bukan menjadikan anak selalu bahagia, melainkan memastikan mereka sehat secara emosi , dan tahu apa yang dirasa dan mampu menyelesaikan masalah dengan dukungan yang tepat.

“Anak yang sehat secara emosional tahu saat ia sedih, marah, atau kecewa. Ia tidak selalu ceria, tapi ia mampu menghadapi dan menamai perasaannya,” jelasnya.

Pritta mengingatkan, peran orang tua bukan menjadi peri pembuat bahagia, tapi menjadi tempat pulang yang aman dan hangat.

 

(Ann/Far)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait