IDI Sayangkan Kemenkes Lakukan Mutasi Sejumlah Dokter Secara Mendadak

Senin, 05 Mei 2025

2170

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Ilustrasi: Dokter (Kemenkes).

Health - Polemik pemindahan sejumlah dokter dari rumah sakit vertikal milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bikin geger. Salah satu yang paling disorot adalah mutasi mendadak dr. Piprim Basarah Yanuarso, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) ke Rumah Sakit Fatmawati (RSF).

Tak cuma itu, dr. Rizky Adriansyah, Ketua Unit Kerja Koordinasi Kardiologi IDAI yang mengunggah postingan di sosial media soal pemindahan tersebut, dilaporkan diberhentikan dari RS H. Adam Malik secara tiba-tiba.

Kabar ini langsung ramai di kalangan tenaga medis dan publik. IDI pun angkat suara, menyebut langkah sepihak Kemenkes sebagai hal yang kontraproduktif dan bisa berdampak pada layanan kesehatan.

Terkait hal tersebut, Dr. Piprim mengaku tak menerima surat mutasi secara langsung. Informasi justru ia dapat dari rekan sejawatnya pada Jumat (25/4/2025), yang melihat namanya terpampang di daftar mutasi.

"Ini tidak adil dan menyalahi prosedur," tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kemenkes menjawab bahwa mutasi adalah hal wajar untuk mendukung pengembangan rumah sakit vertikal. Mereka menyebut, RS Fatmawati kekurangan sub-spesialis kardiologi anak karena dokter sebelumnya akan pensiun.

Namun, IDI tak tinggal diam. Ketua Umum PB IDI, Slamet Budiarto, menyayangkan keputusan Kemenkes yang dinilai tidak melalui dialog. Menurutnya, pendekatan seperti ini justru mengganggu stabilitas layanan dan semangat kerja tenaga kesehatan.

PB IDI mendesak Kemenkes membuka ruang komunikasi terbuka dan meninjau kembali keputusan mutasi demi kepentingan bersama, khususnya pelayanan terhadap masyarakat.

 

(Far/Tir)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait