Imbas Dana Dipotong Amerika Serikat, WHO Umumkan Bakal PHK Sejumlah Anggota

Rabu, 23 April 2025

2600

Pengunggah: Himmatul Aliyah

gambar-utama
Foto: Gedung WHO (RFI).

Health – Dunia kesehatan global (WHO) sedang mengalami guncangan setelah Amerika Serikat melakukan pemotongan dana. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus yang mengumumkan bahwa organisasi kesehatan dunia tersebut harus memangkas sejumlah pekerjaan dan operasional penting.

Diketahui, hal ini merupakan buntut dari penghentian pendanaan oleh Amerika Serikat, yang selama ini menjadi donor terbesar WHO.

"Pendapatan kami anjlok tiba-tiba. Kami menghadapi kesenjangan gaji besar dan tak punya pilihan selain merampingkan operasi dan tenaga kerja," ujar Tedros dalam pidatonya, dikutip dari CNA.

Sejak Presiden Donald Trump berencana menarik total dukungan AS pada 2020, tensi antara WHO dan Gedung Putih terus meningkat. Meski sempat pulih, kini, kontribusi keanggotaan AS untuk WHO di tahun 2024 dan 2025 kembali absen.

Padahal, kontribusi AS mencapai 1,3 miliar dolar AS atau setara Rp21,8 triliun pada periode 2022-2023—kebanyakan dalam bentuk proyek sukarela.

Akibat kekurangan dana tersebut, WHO kini menghadapi potensi defisit anggaran antara 560 hingga 650 juta dolar AS (setara Rp943 miliar – Rp1 triliun) untuk periode 2026–2027.

Ini menempatkan sekitar 25% beban gaji staf dalam ketidakpastian, meski Tedros menekankan ini bukan berarti pemangkasan langsung terhadap jumlah karyawan.

"Saya sudah berpamitan dengan cukup banyak kolega," kata Tedros, sembari menegaskan bahwa pengurangan dilakukan dengan pendekatan manusiawi.

Pusat guncangan diperkirakan terasa paling kuat di kantor pusat WHO di Jenewa. Jumlah pimpinan senior telah dikurangi dari 12 menjadi 7, dan jumlah departemen akan dipangkas yang semula 76 menjadi hanya 34.

Tak hanya di markas besar, kantor regional WHO juga akan terkena dampak, bahkan beberapa kantor negara kemungkinan akan ditutup. Tedros menyebut keputusan ini sebagai "yang paling menyakitkan," tetapi perlu demi keberlanjutan organisasi.

Sebagai respons jangka panjang, negara-negara anggota WHO sebenarnya telah menyepakati peningkatan iuran keanggotaan sejak 2022 untuk mengurangi ketergantungan pada dana sukarela yang cenderung fluktuatif.

Dengan langkah ini, WHO berharap dapat menerima dana keanggotaan sebesar 1,07 miliar dolar AS untuk 2026–2027, bahkan tanpa sokongan dari AS.

Namun, dalam jangka pendek, WHO harus mempersempit skala dan kembali fokus pada fungsi utamanya, yaitu melindungi kesehatan global, terutama di negara berkembang yang kini paling terdampak.

“Pembekuan bantuan luar negeri AS, termasuk untuk proyek kesehatan global, telah menghantam negara-negara berkembang secara brutal,” tutur Tedros.

 

(Him/Far)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait