Putih atau Kuning Telur? Memahami Kandungan Gizi dan Manfaatnya bagi Tubuh

Senin, 25 Mei 2026

85

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Sumber gambar: Ilustrasi kuning dan putih telur

Telur kerap menjadi “korban” perdebatan soal kesehatan. Di satu sisi, putih telur dipuja sebagai sumber protein rendah lemak yang ideal untuk diet dan pembentukan otot. Di sisi lain, kuning telur sering dicurigai sebagai biang kolesterol yang harus dihindari. Padahal, di balik perdebatan itu, keduanya justru menyimpan manfaat gizi yang saling melengkapi bagi tubuh.
Sebagai salah satu sumber protein hewani paling terjangkau dan mudah diolah, telur memiliki kandungan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh setiap hari. Namun, tidak sedikit masyarakat yang hanya mengonsumsi putih telur demi alasan kesehatan, tanpa menyadari bahwa sebagian besar vitamin dan mineral justru berada pada bagian kuningnya.

Putih telur diketahui terdiri dari sekitar 90 persen air dan 10 persen protein, terutama albumin yang berfungsi membantu pembentukan serta perbaikan jaringan tubuh. Kandungan kalorinya rendah dan hampir tidak mengandung lemak, sehingga sering menjadi pilihan bagi pelaku diet tinggi protein maupun mereka yang ingin menjaga berat badan tetap ideal.

Selain protein, putih telur juga mengandung vitamin B seperti riboflavin yang membantu metabolisme energi, serta mineral seperti magnesium dan kalium. Bahkan, terdapat senyawa antioksidan yang dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan ringan. Tidak heran jika putih telur identik dengan pola hidup sehat dan konsumsi makanan rendah kolesterol.

Namun, menganggap kuning telur sebagai bagian yang “jahat” juga tidak sepenuhnya tepat. Justru di dalam kuning telur tersimpan berbagai nutrisi penting yang sulit ditemukan secara lengkap pada makanan lain. Kuning telur mengandung vitamin A, D, E, dan K, serta vitamin B12, folat, dan kolin yang berperan penting dalam fungsi otak dan metabolisme tubuh.

Tak hanya itu, kuning telur juga kaya akan zat besi, fosfor, selenium, hingga antioksidan lutein dan zeaxanthin yang bermanfaat menjaga kesehatan mata. Bahkan, hampir separuh kandungan protein telur berada di bagian kuningnya. Artinya, manfaat telur tidak hanya berasal dari putih telur semata.

Meski demikian, kandungan kolesterol pada kuning telur memang perlu menjadi perhatian. Dalam satu butir telur, kandungan kolesterolnya bisa mencapai sekitar 186 miligram. Karena itu, penderita kolesterol tinggi, penyakit jantung, atau diabetes disarankan membatasi konsumsinya sesuai anjuran dokter.

Perdebatan mengenai putih dan kuning telur sebenarnya menunjukkan bagaimana masyarakat masih sering melihat makanan secara hitam-putih: sehat atau tidak sehat. Padahal, pola konsumsi secara keseluruhan jauh lebih menentukan dibanding hanya menghindari satu bagian makanan tertentu. Telur yang dikonsumsi dalam jumlah wajar dan diolah dengan benar tetap dapat menjadi sumber gizi yang aman sekaligus menyehatkan.

Hal lain yang tak kalah penting adalah cara pengolahan telur. Mengonsumsi telur mentah atau setengah matang berisiko memicu infeksi bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Karena itu, telur sebaiknya dimasak hingga matang sempurna, serta dipastikan berasal dari telur segar dengan cangkang yang masih utuh.

Pada akhirnya, memilih putih atau kuning telur bukan sekadar soal mana yang lebih sehat, melainkan menyesuaikan kebutuhan tubuh masing-masing. Putih telur cocok untuk meningkatkan asupan protein rendah lemak, sementara kuning telur memberikan vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan tubuh. Keduanya dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang selama dikonsumsi secara bijak.

Penulis : Radhwa Larasati Tetuko

Editor : Tiara De Silvanita

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait