Dari RW untuk Kota, Inovasi Biopori Jumbo Hadirkan Solusi Pengurangan Sampah
Selasa, 09 Juni 2026
Pengunggah: Redaksi
Persoalan sampah di Jakarta kerap dipandang sebagai pekerjaan rumah pemerintah. Namun di tengah tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks, warga RW 014 Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, menunjukkan bahwa solusi dapat lahir dari lingkungan terkecil: rukun warga.
Melalui pengelolaan sampah organik dengan metode Biopori Jumbo, enam RT di kawasan tersebut mampu mengolah hingga 3.700 kilogram sampah organik rumah tangga dalam kurun waktu tiga bulan. Inovasi berbasis komunitas ini bahkan mendapat apresiasi langsung dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Keberhasilan tersebut tidak hanya menunjukkan tingginya kesadaran lingkungan warga, tetapi juga menjadi bukti bahwa pengurangan sampah dapat dimulai dari sumbernya. Saat sebagian besar sampah rumah tangga masih berakhir di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), warga RW 014 justru mengambil langkah preventif dengan mengelola sampah organik sebelum menjadi beban bagi sistem pengelolaan kota.
Sebanyak 120 titik Biopori Jumbo yang tersebar di lingkungan RW mampu menampung limbah organik dapur dari dua rumah pada setiap lubangnya. Dalam praktiknya, metode ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, tetapi juga menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan kembali oleh warga.
Menariknya, gerakan ini telah berjalan sebelum terbitnya Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber. Fakta tersebut menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan masyarakat dapat tumbuh lebih cepat dibandingkan kebijakan yang mengaturnya.
Apresiasi pemerintah terhadap program ini menjadi sinyal penting bahwa pendekatan partisipatif memiliki peran strategis dalam menyelesaikan persoalan sampah perkotaan. Namun, keberhasilan RW 014 juga menghadirkan pertanyaan yang lebih besar: mengapa praktik serupa belum menjadi budaya di banyak wilayah Jakarta?
Di tengah produksi sampah Jakarta yang mencapai ribuan ton setiap hari, keberadaan Biopori Jumbo memang belum mampu menyelesaikan masalah secara menyeluruh. Akan tetapi, inisiatif ini menawarkan pelajaran penting bahwa solusi pengelolaan sampah tidak selalu harus bergantung pada teknologi mahal atau proyek berskala besar. Konsistensi warga, dukungan komunitas, dan perubahan perilaku menjadi modal utama yang sering kali terlupakan.
Model yang diterapkan warga Pondok Kelapa menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukan semata urusan pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Jika gerakan serupa dapat direplikasi secara luas di tingkat RT dan RW lainnya, dampaknya berpotensi signifikan dalam mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus membangun budaya hidup berkelanjutan di ibu kota.
Dari sebuah RW di Jakarta Timur, lahir pesan sederhana namun penting: perubahan besar untuk kota dapat dimulai dari lingkungan terkecil.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
News – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bersama BMKG dan TNI AU, resmi menggelar Operasi Modifikas...
NewsKamis, 10 Juli 2025
News - Dalam rangka menyiapkan pemuda yang berkualitas untuk menyambut Indonesia Emas 2045, PPI Dunia mengadakan ...
NewsMinggu, 28 Januari 2024
News - Pengukuran berbasis satelit dari layanan iklim Uni Eropa, Copernicus, menunjukkan bahwa luas total es yang...
NewsJumat, 07 Maret 2025
News - Saat ini, seluruh warga Jerman dapat bersenang-senang seiring dibebaskannya menikmati ganja. Aturan terseb...
NewsSelasa, 02 April 2024
Langkah besar dilakukan pemerintah melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dengan berhasil men...
NewsSelasa, 19 Mei 2026
News - Warga Desa Rantau Pulut meminta Pemerintah Kabupaten Seruyan untuk tanggap terkait permasalahan Plasma Saw...
NewsRabu, 11 September 2024
News - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia siap membuka hubungan diplomatik d...
NewsRabu, 28 Mei 2025
News - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali melontarkan pernyataan yang cukup kontroversial terka...
NewsMinggu, 26 Januari 2025
News - Kehadiran Muhammadiyah di Kecamatan Samalanga, Bireuen, Ace sudah sejak tahun 1930. Awalnya hubungan Muham...
NewsSabtu, 21 Oktober 2023
Perjalanan rutin menggunakan KRL Jakarta–Bogor berubah menjadi pengalaman tidak menyenangkan bagi seorang penum...
NewsSelasa, 27 Januari 2026