Evaluasi Program MBG Mendesak di Tengah Klaim Kerugian Negara Triliunan Rupiah
Kamis, 26 Februari 2026
Pengunggah: Redaksi
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dirancang untuk memperkuat kualitas gizi anak Indonesia kini menghadapi sorotan serius. Studi internal yang dirilis Center of Economic and Law Studies (CELIOS) mengungkap potensi kerugian negara akibat makanan terbuang dalam program tersebut dapat mencapai Rp 1,27 triliun setiap pekan dalam skenario maksimal.
Peneliti CELIOS, Isnawati Hidayah, menyampaikan bahwa keresahan terhadap pelaksanaan MBG banyak disuarakan para orang tua. Ia menilai belum ada pengukuran komprehensif mengenai besaran kerugian akibat makanan yang tidak dikonsumsi siswa. CELIOS kemudian mencoba melakukan kalkulasi dengan pendekatan dua skenario.
Dalam skenario minimal, diperkirakan 62 juta porsi makanan terbuang setiap minggu dengan nilai kerugian sekitar Rp 622 miliar. Sementara pada skenario maksimal, jika tingkat penolakan lebih tinggi, potensi kerugian membengkak hingga Rp 1,27 triliun per minggu.
Penolakan makanan disebut dipicu sejumlah faktor, mulai dari rasa yang tidak sesuai selera anak, kebersihan yang dinilai kurang higienis, hingga kualitas gizi yang dianggap belum optimal. Jika persoalan ini benar terjadi secara masif, maka masalahnya bukan sekadar teknis di lapangan, melainkan menyangkut desain kebijakan, pengawasan mutu, serta efektivitas distribusi.
Besarnya angka potensi kerugian tersebut kontras dengan alokasi anggaran negara. Pada kuartal pertama tahun ini, pemerintah berencana menggelontorkan Rp 62 triliun dari APBN untuk program MBG. Tahun lalu, realisasi belanja sepanjang tahun mencapai Rp 51,5 triliun. Dengan skala anggaran sebesar itu, publik tentu menuntut akuntabilitas yang sepadan.
CELIOS juga menyoroti bahwa dalam skenario minimal, dana yang terbuang per bulan setara dengan pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi sekitar 15,5 juta jiwa selama satu bulan. Dalam skenario maksimal, jumlah tersebut setara dengan iuran bagi sekitar 31,6 juta jiwa. Perbandingan ini memperlihatkan besarnya peluang manfaat sosial yang hilang jika inefisiensi tidak segera dibenahi.
Atas temuan tersebut, CELIOS merekomendasikan moratorium sementara program MBG untuk melakukan reformasi total tata kelola dan distribusi, disertai audit transparan serta evaluasi menyeluruh. Langkah ini dinilai penting guna mencegah pemborosan anggaran yang lebih besar sekaligus memastikan tujuan peningkatan gizi anak tetap tercapai.
Program MBG pada dasarnya membawa misi sosial yang strategis. Namun, tanpa sistem pengawasan yang kuat dan respons cepat terhadap evaluasi, ambisi besar itu berisiko tersandung persoalan implementasi. Di tengah klaim potensi kerugian triliunan rupiah per minggu, evaluasi menyeluruh bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak demi menjaga efektivitas kebijakan dan kepercayaan publik.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Di balik ambisi besar pemerintah dalam menghadirkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), muncul suara-suara kecil ...
NewsMinggu, 16 November 2025
News – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Perwakilan Rakyat...
NewsSabtu, 08 Maret 2025
News - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Multilateral Meeting on the Middle East di markas besar Perserikatan ...
NewsRabu, 24 September 2025
News - Fenomena penundaan pernikahan di kalangan anak muda Vietnam kini memunculkan tren unik.Banyak anak muda di...
NewsSelasa, 03 Desember 2024
Sengketa tanah yang terjadi di antara PT Hadji Kalla milik Jusuf Kalla (JK) dengan PT Gowa Makassar Tourism Devel...
NewsKamis, 20 November 2025
News — Pemerintah Provinsi Aceh secara resmi mengirim surat kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaika...
NewsSenin, 30 Juni 2025
News - Presiden Prabowo Subianto mengungkap tantangan yang dihadapinya dalam merealisasikan program Makan Bergizi...
NewsRabu, 04 Desember 2024
Proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan. Tidak hanya di dalam neg...
NewsSenin, 17 November 2025
News - Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman memilih meninggalkan ruang sidang saat pembacaan putusan sela s...
NewsSelasa, 04 Februari 2025
Desakan agar penanganan dugaan tambang nikel ilegal di Pulau Gebe, Halmahera Tengah, tidak berhenti pada sanksi a...
NewsSenin, 02 Maret 2026