Kurangi Ketergantungan Plastik Sekali Pakai, Pemkab Bandung Terapkan Aturan Baru bagi ASN dan Kades
Minggu, 14 Juni 2026
Pengunggah: Redaksi
Pemerintah Kabupaten Bandung mengambil langkah baru dalam upaya menekan laju sampah plastik dengan mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN), pegawai pemerintah daerah, hingga kepala desa membawa tumbler dalam aktivitas sehari-hari. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mengurangi ketergantungan terhadap botol plastik sekali pakai yang selama ini berkontribusi besar terhadap timbulan sampah.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan bahwa aturan tersebut bukan sekadar imbauan, melainkan kewajiban yang harus dijalankan seluruh aparatur pemerintahan. Kebijakan itu juga dibarengi dengan penyediaan fasilitas air minum siap konsumsi atau tapping water yang akan disediakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Langkah tersebut muncul di tengah persoalan sampah yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Kabupaten Bandung. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup setempat, volume sampah harian di wilayah itu mencapai sekitar 1.321 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sampah plastik sekali pakai menjadi salah satu jenis sampah yang paling banyak ditemukan, baik dari aktivitas perkantoran maupun rumah tangga.
Kewajiban membawa tumbler dinilai sebagai upaya sederhana namun memiliki dampak jangka panjang jika dilakukan secara konsisten. Selain mengurangi penggunaan botol plastik kemasan, kebijakan ini juga berpotensi membentuk budaya konsumsi yang lebih ramah lingkungan di lingkungan birokrasi.
Namun demikian, efektivitas kebijakan tersebut tidak hanya ditentukan oleh kepatuhan ASN dan kepala desa dalam membawa tumbler. Tantangan yang lebih besar adalah memastikan perubahan perilaku berlangsung secara berkelanjutan dan tidak berhenti sebagai simbol kampanye lingkungan semata. Tanpa pengawasan dan evaluasi yang jelas, aturan tersebut berisiko menjadi formalitas administratif yang minim dampak terhadap pengurangan sampah secara signifikan.
Di sisi lain, penyediaan fasilitas tapping water menjadi faktor penting yang dapat menentukan keberhasilan program. Ketersediaan akses air minum yang aman, mudah dijangkau, dan terawat akan mendorong aparatur pemerintah untuk benar-benar meninggalkan kebiasaan membeli air minum kemasan.
Selain membatasi penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan pemerintahan, Pemkab Bandung juga berupaya memperkuat sistem pengelolaan sampah dari tingkat akar rumput. Pemerintah daerah akan menginstruksikan para kepala desa untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir yang dimulai dari tingkat RT.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengurangi penggunaan plastik, tetapi juga membutuhkan perubahan pola pengelolaan sejak dari rumah tangga. Pemilahan sampah, pengolahan sampah organik, hingga pengurangan sampah dari sumbernya menjadi langkah yang harus berjalan beriringan.
Kebijakan wajib tumbler bagi ASN dan kepala desa dapat menjadi contoh bahwa perubahan perilaku dimulai dari lingkungan pemerintahan. Namun pada akhirnya, keberhasilan program ini akan diukur bukan dari banyaknya tumbler yang dibawa pegawai, melainkan dari seberapa besar volume sampah plastik yang benar-benar berhasil dikurangi di Kabupaten Bandung.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Majelis hakim Pengadilan Negeri Depok menjatuhkan vonis terhadap anggota DPRD Kota Depok, Rudy Kurniawan terdakwa...
NewsSenin, 20 Oktober 2025
News — Sampai saat ini, ada satu salah satu kampung di Kota Depok yang berjalan di luar jalur sistem administra...
NewsRabu, 23 April 2025
News – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pen...
NewsRabu, 16 Juli 2025
Penampilan musik tradisional Tong-tong merupakan salah satu budaya yang melekat pada kabupaten di ujung timur Pul...
NewsJumat, 04 Agustus 2023
News - Dalam rapat kerja Komisi III DPR RI dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pejabat negara yang terliba...
NewsSenin, 01 Juli 2024
News — Filipina bagian selatan diguncang gempa berkekuatan 6,3 magnitudo hari ini, Selasa (24/6/2025), guncanga...
NewsSelasa, 24 Juni 2025
News - Dalam survei Local Friendliness 2024 yang dirilis oleh InterNations, Indonesia mencatatkan prestasi gemila...
NewsSabtu, 05 Oktober 2024
Sebuah unggahan sederhana di media sosial kembali menjadi pengingat bahwa ruang digital bukanlah ruang privat tan...
NewsMinggu, 22 Maret 2026
News - Biasanya seorang mahasiswa akan mendapatkan gelar sesuai stratanya setelah melakukan berbagai proses pengu...
NewsJumat, 26 Januari 2024
News — Seorang pria berinisial Murtan (61) ditangkap polisi setelah diduga melakukan pelecehan seksual berkedok...
NewsJumat, 16 Mei 2025