Mahasiswi Pencetak Uang Palsu di Toraja Tak Ditahan Polisi Karena Bersikap Koperatif
Selasa, 10 Juni 2025
Pengunggah: Redaksi
News — Seorang mahasiswi berinisial ST (19) asal Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, diamankan aparat Kepolisian Resor Palopo karena diduga memalsukan uang dan mengedarkannya secara langsung di wilayah Kota Palopo.
Ironisnya, uang palsu tersebuf dicetak sendiri menggunakan printer kertas biasa di tempat kosnya.
Kasus tersebut terungkap setelah ST berbelanja tisu seharga Rp13.000 di sebuah kios milik warga bernama Widawaty Uni, di Jalan Garuda, Kelurahan Rampoang, Kecamatan Bara, pada Rabu (4/6/2025).
Diketahui, ST menggunakan selembar uang pecahan Rp100.000 dan menerima kembalian Rp87.000. Namun, kecurigaan muncul saat ST kembali ke kios dan menukar uang pecahan dengan dua lembar Rp50.000.
“Saat itu pemilik kios membandingkan uang dari ST dengan uang miliknya. Ternyata berbeda secara fisik dan diduga palsu, lalu ia melapor ke kami,” ungkap Kasat Reskrim Polres Palopo, Iptu Sahrir, saat dikonfirmasi, Selasa (10/6/2025).
Setelah ditangkap, ST mengaku telah mencetak dua lembar uang palsu menggunakan printer pribadi.
Lebih lanjut, penggeledahan di kosannya yang beralamat di Perumahan Permata Hijau, Jalan Camar VII Blok B9, Kelurahan Bara, menemukan sejumlah barang bukti seperti printer Epson L3210, gunting, kertas A4, handphone, dan tisu.
“Modusnya memang sederhana, tapi ini sudah masuk kategori tindak pidana pemalsuan uang. Tetap kami proses,” tegas Sahrir.
Namun begitu, polisi memutuskan tidak melakukan penahanan terhadap ST.
“Kami pertimbangkan usianya yang masih muda, sikap kooperatif selama pemeriksaan, dan permohonan dari keluarganya. Tapi dia wajib lapor dua kali seminggu. Proses hukum tetap berjalan,” tambahnya.
Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat, serta berapa jumlah uang palsu yang mungkin sudah beredar.
“Kami sedang telusuri apakah ini murni tindakan tunggal atau bagian dari jaringan. Kami juga kerja sama dengan unit lain untuk pengembangan lebih lanjut,” kata Sahrir.
Kepolisian pun mengimbau masyarakat agar lebih teliti dalam menerima uang tunai, khususnya di toko-toko kecil dan warung.
“Kalau ragu, bandingkan langsung dengan uang asli atau lapor ke kantor polisi terdekat. Lebih baik hati-hati sebelum jadi korban,” pungkasnya.
(Far/Tir)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Langkah menebang sekitar 1.300 pohon sawit ilegal di lahan seluas 10 hektare di Aceh bukan menjadi akhir dari ger...
NewsSelasa, 14 Juli 2026
Upaya penataan kawasan Puncak Cianjur ternyata belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan di lapangan. Setelah pemb...
NewsSelasa, 14 Juli 2026
News - Sobat Youtz, ada kabar kabar kurang mengenakkan nih dari salah satu calon presiden Amerika Serikat saat in...
NewsMinggu, 14 Juli 2024
News – Di tengah aturan ketat Pemerintah Arab Saudi soal batas usia jemaah haji, Menteri Agama (Menag), Nasarud...
NewsSabtu, 19 April 2025
News - Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) menangkap ...
NewsJumat, 10 Januari 2025
News – Publik kembali dikejutkan oleh skandal korupsi yang melibatkan PT Pertamina Patra Niaga. Kasus ini mencu...
NewsKamis, 27 Februari 2025
News - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali melontarkan pernyataan yang cukup kontroversial terka...
NewsMinggu, 26 Januari 2025
Fenomena kabut tipis yang dalam beberapa pekan terakhir menyelimuti wilayah Tangerang Selatan mulai memicu kekhaw...
NewsSabtu, 09 Mei 2026
News - Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar pelatihan gula semut dan jahe instan di Dusun Idaman, De...
NewsSenin, 09 September 2024
News - Baru-baru ini, YouTuber terkenal IShowSpeed memicu perbincangan seru saat live-streaming di Malaysia, sete...
NewsJumat, 20 September 2024