Proyeksi Iklim 2026, BMKG Nilai El Niño Tidak Dominan
Kamis, 09 April 2026
Pengunggah: Redaksi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan fenomena El Niño pada 2026 tidak akan menjadi faktor dominan dalam membentuk pola iklim di Indonesia. Meski peluang kemunculannya tetap ada pada semester kedua tahun ini, intensitasnya diperkirakan berada pada kategori lemah hingga moderat, dengan kemungkinan berkembang menjadi kuat yang relatif kecil, yakni di bawah 20 persen.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa hingga akhir Maret 2026, kondisi sistem iklim global seperti El Niño–Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) masih berada pada fase netral. Namun, hasil pemodelan iklim menunjukkan adanya potensi pergeseran menuju fase El Niño pada paruh kedua tahun ini.
Kendati demikian, Ardhasena mengingatkan bahwa interpretasi terhadap prediksi tersebut perlu dilakukan secara hati-hati. Hal ini berkaitan dengan fenomena spring predictability barrier, yakni periode ketika akurasi model prediksi iklim cenderung menurun, terutama pada Maret hingga Mei. Dalam fase ini, proyeksi umumnya hanya cukup andal untuk jangka pendek, sekitar tiga bulan ke depan.
Situasi ini menuntut pendekatan yang lebih komprehensif dalam membaca dinamika iklim, termasuk mempertimbangkan interaksi berbagai faktor global dan regional. Tidak hanya sekadar melihat potensi kemunculan El Niño, tetapi juga bagaimana dampak telekoneksi yang dihasilkannya terhadap wilayah Indonesia yang memiliki karakteristik geografis kompleks.
Di sisi lain, BMKG menilai tingkat kepercayaan terhadap prediksi iklim akan meningkat seiring pembaruan data pada Mei 2026. Secara statistik, proyeksi pada periode tersebut memiliki akurasi lebih baik untuk memperkirakan kondisi hingga enam bulan ke depan.
Namun, yang perlu menjadi perhatian bukan semata apakah El Niño akan menguat atau tidak. BMKG menegaskan bahwa musim kemarau 2026 tetap berpotensi lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Faktor ini tidak hanya dipengaruhi oleh kemungkinan El Niño, tetapi juga oleh variabilitas iklim alami yang memang kerap terjadi di kawasan Indonesia.
Kondisi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa ketergantungan pada satu indikator iklim global seperti El Niño dapat menyesatkan jika tidak dibarengi pemahaman yang lebih luas. Dalam konteks ini, publik dan pemangku kebijakan dituntut untuk lebih adaptif dalam merespons informasi iklim yang dinamis dan penuh ketidakpastian.
Lebih jauh, pergeseran dari fase La Niña lemah yang berakhir pada Februari 2026 menuju kondisi netral saat ini menunjukkan bahwa transisi iklim global sedang berlangsung. Pola ini kerap menjadi fase krusial yang menentukan arah musim di Indonesia, termasuk potensi kemarau yang datang lebih awal.
Dengan demikian, meskipun El Niño tidak diprediksi dominan, risiko terhadap sektor-sektor vital seperti pertanian, sumber daya air, hingga kebencanaan tetap perlu diantisipasi sejak dini. Pendekatan mitigasi berbasis data dan pembaruan informasi berkala menjadi kunci dalam menghadapi ketidakpastian iklim 2026.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Pembangunan gedung Program Makan Bergizi (MBG) untuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) di Kabupaten Beng...
NewsSabtu, 09 Mei 2026
News – Kenaikan pangkat Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dari mayor menjadi letnan kolonel (letko...
NewsMinggu, 09 Maret 2025
News - Sobat Youtz, ada kabar kabar kurang mengenakkan nih dari salah satu calon presiden Amerika Serikat saat in...
NewsMinggu, 14 Juli 2024
News - Krisis tunawisma di Amerika Serikat (AS) mencapai level darurat. Banyak warga yang mendirikan tenda di pin...
NewsMinggu, 29 Desember 2024
News - Kaki Menapak, sebuah komunitas yang menginspirasi kalangan anak muda, sukses menggelar event perdana yang ...
NewsKamis, 03 Oktober 2024
News – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 yang mengguncang Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Kamis (25/9/2025)...
NewsJumat, 26 September 2025
News – Kabar duka datang dari masyarakat beragama islam. Syekh Muhammad Hisham Kabbani, seorang ulama besar yan...
NewsJumat, 06 Desember 2024
Baru-baru ini, PT MRT Jakarta (Perseroda) berencana untuk membangun jembatan "cincin donat" di daerah Dukuh Atas,...
NewsJumat, 17 Oktober 2025
News - Pemerintah telah menetapkan puasa jatuh pada selasa (12/3/2024). Menyambut hal tersebut, tidak sedikit mas...
NewsSelasa, 19 Maret 2024
Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) sebagai tersangka korporasi, bersama ...
NewsMinggu, 27 September 2026