Tebang 10 Hektare Sawit Ilegal, Jerhemy Owen Dorong Pemulihan Ekosistem Lewat 150 Ribu Pohon
Selasa, 14 Juli 2026
Pengunggah: Redaksi
Langkah menebang sekitar 1.300 pohon sawit ilegal di lahan seluas 10 hektare di Aceh bukan menjadi akhir dari gerakan konservasi yang diinisiasi kreator konten Jerhemy Owen. Justru, tahap berikutnya menjadi bagian paling penting, yakni mengembalikan kawasan tersebut menjadi hutan yang kembali berfungsi sebagai ekosistem alami.
Melalui gerakan Wenanam Sumatra, Jerhemy bersama Leuser Conservation Forum, WWF Indonesia, dan masyarakat setempat menyiapkan program restorasi hutan berskala besar. Sebanyak 20 ribu pohon akan ditanam di kawasan Tenggulun, Aceh Tamiang, sementara lebih dari 150 ribu pohon disiapkan untuk menghijaukan kawasan CRU DAS Peusangan di Kabupaten Bener Meriah.
Jerhemy menegaskan bahwa lahan bekas sawit ilegal tidak akan dibiarkan menjadi area terbuka. "Kita akan menanam pohon untuk dikembalikan menjadi hutan asli," tulisnya saat membagikan perkembangan terbaru proyek tersebut.
Upaya ini menjadi pengingat bahwa penegakan terhadap pembukaan lahan ilegal seharusnya tidak berhenti pada proses penebangan semata. Tanpa pemulihan yang terencana, kawasan hutan tetap berisiko kehilangan fungsi ekologisnya dan rentan mengalami degradasi yang lebih parah.
Program restorasi ini juga diharapkan mampu memperbaiki kondisi daerah aliran sungai yang selama ini terdampak kerusakan hutan, sehingga dapat mengurangi risiko banjir sekaligus meningkatkan kemampuan kawasan dalam menyimpan air dan menjaga keseimbangan iklim lokal.
Di sisi lain, keberhasilan rehabilitasi hutan akan menentukan masa depan berbagai satwa liar yang bergantung pada kawasan tersebut. Salah satunya adalah gajah Sumatra yang membutuhkan habitat alami untuk mencari makan, bermigrasi, dan berkembang biak.
Kolaborasi antara organisasi konservasi dan masyarakat lokal menjadi aspek penting dalam menjaga keberlanjutan program. Keterlibatan warga diharapkan tidak hanya mempercepat proses penghijauan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa menjaga hutan merupakan investasi jangka panjang bagi lingkungan sekaligus kehidupan masyarakat yang bergantung padanya.
Lebih dari sekadar aksi menanam pohon, restorasi ini menjadi pengingat bahwa pemulihan hutan membutuhkan komitmen jangka panjang. Di tengah masih maraknya alih fungsi kawasan dan pembukaan lahan secara ilegal, keberhasilan rehabilitasi hanya akan tercapai apabila dibarengi dengan perlindungan kawasan yang konsisten serta penegakan hukum yang berkelanjutan.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
News - Presiden Amerika Serikat yang baru dilantik, Donald Trump, mengambil kebijakan kontroversial dengan menghe...
NewsKamis, 30 Januari 2025
News - Sobat Youtz, Kardinal Robert Francis Prevost resmi terpilih sebagai Paus menggantikan Paus Fransiskus dan ...
NewsJumat, 09 Mei 2025
News - Sebuah insiden tragis terjadi pada malam Natal di Paris. Bruno Rejony, seorang masinis kereta cepat TGV ya...
NewsSelasa, 31 Desember 2024
News — Baru-baru ini ada kejadian di luar nurul yang dilakukan oleh Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul...
NewsKamis, 28 Agustus 2025
News - Rusia untuk pertama kalinya sejak invasinya ke Ukraina meluncurkan rudal balistik antarbenua (ICBM) ke wil...
NewsKamis, 21 November 2024
News - Girls Beyond sukses menggelar acara Go Get It 2023. Acara tersebut merupakan konferensi untuk membantu par...
NewsMinggu, 17 Desember 2023
News - Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pandeglang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3,8 miliar...
NewsSelasa, 04 Februari 2025
News – Sebuah pabrik skincare ilegal di Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, akhirnya dibongkar polisi setela...
NewsSelasa, 27 Mei 2025
News - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan mengumpulkan jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jak...
NewsSelasa, 04 Maret 2025
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, pembiayaan proyek ambisius ini tidak sepenuhnya bergantung pad...
NewsRabu, 04 Februari 2026