Tekan Angka Kecelakaan, KAI Siapkan Strategi Penguatan Keselamatan Perjalanan

Selasa, 20 Januari 2026

945

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Salah satu rangkaian Kereta Api Indonesia (KAI) (Sumber: batam.navigasi.co.id)

Upaya memperkuat keselamatan perjalanan kereta api terus menjadi perhatian PT Kereta Api Indonesia (Persero). Memasuki 2026, KAI menargetkan penurunan jumlah dan tingkat keparahan kecelakaan sebagai bagian dari penguatan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di seluruh lini operasional perusahaan.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin saat memimpin Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 di Kantor Pusat KAI, Bandung. Menurut Bobby, strategi keselamatan KAI tidak hanya bertumpu pada aspek teknis, tetapi juga pendekatan manajerial dan perilaku yang terintegrasi. Tujuannya jelas, menciptakan layanan perkeretaapian yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

Bobby mengungkapkan, sepanjang tahun sebelumnya masih terjadi 10 kecelakaan kereta api dan 4 kecelakaan kerja. Data tersebut menjadi pengingat bahwa tantangan keselamatan masih nyata dan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh insan KAI, terutama para frontliner yang berada di garda terdepan operasional. Profesionalisme, kompetensi yang andal, serta kolaborasi erat antara pekerja, manajemen, dan mitra kerja dinilai menjadi kunci utama penguatan budaya keselamatan.

Sebagai langkah strategis, jajaran Direksi KAI secara serentak menandatangani Kebijakan Keselamatan Perkeretaapian serta Kebijakan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3L). Kebijakan ini menjadi landasan pengelolaan keselamatan perusahaan di tengah dinamika dan kompleksitas operasional perkeretaapian yang terus berkembang.

Dari sisi budaya keselamatan, KAI mencatat capaian positif yang dikutip dari kompas.com. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyebutkan, tingkat kematangan budaya keselamatan KAI berada pada level proaktif dengan skor 2,91 dari skala 4,00. Kondisi ini mencerminkan terbangunnya komunikasi dua arah antara pekerja lapangan dan manajemen, salah satunya melalui pemanfaatan aplikasi Safety Railway Information (SRI) yang mencatat tingkat tindak lanjut laporan potensi bahaya di atas 97 persen.

Sepanjang 2025, berbagai langkah mitigasi juga dijalankan, mulai dari penutupan ratusan perlintasan sebidang, penertiban bangunan liar di ruang manfaat jalur kereta api, hingga ribuan kegiatan edukasi keselamatan kepada masyarakat dan sekolah. KAI juga melibatkan komunitas railfans dalam kampanye keselamatan publik, sebagai upaya membangun kesadaran bersama.

Dengan mengacu pada regulasi keselamatan kerja nasional, KAI menegaskan target 2026 adalah memperkuat budaya keselamatan proaktif di seluruh KAI Group. Dukungan pekerja, mitra kerja, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi agar layanan kereta api di Indonesia tetap aman, selamat, dan dapat diandalkan oleh publik.

Penulis : Radhwa Larasati Tetuko

Editor : Tiara De Silvanita

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait

gambar-berita-lainnya
Selamat Tinggal MTV Channel

Generasi milenial pasti nggak asing lagi sama channel TV yang satu ini, yaitu MTV. MTV atau Music TV pernah menj...

News

Selasa, 14 Oktober 2025