Saingi Amerika Serikat, China Bikin Teleskop Antariksa Paling Canggih di Dunia

Senin, 24 Februari 2025

5810

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Ilustrasi: Teleskop Antariksa (VOI Indonesia).

Teknologi - Badan Antariksa China tengah mengembangkan teleskop luar angkasa canggih yang digadang-gadang mampu menyaingi James Webb Space Telescope (JWST).

Dikenal sebagai China Space Station Telescope (CSST) atau Xuntian dalam bahasa Mandarin, teleskop ini dirancang dengan teknologi mutakhir yang memungkinkan perbaikan dan peningkatan langsung dari luar angkasa.

CSST akan bergabung dengan jajaran observatorium canggih lainnya seperti teleskop antariksa Euclid milik Badan Antariksa Eropa (ESA), Teleskop Antariksa Nancy Grace Roman milik NASA, serta Observatorium Vera C. Rubin berbasis darat.

Keempat teleskop ini memiliki misi utama yang sama: mengungkap misteri kosmologi dengan survei mendalam terhadap alam semesta.

Teleskop Xuntian dijadwalkan meluncur pada 2026 dengan cermin utama berdiameter 2 meter. Meski lebih kecil dari Teleskop Hubble, optiknya memiliki bidang pandang 300 kali lebih luas. Kemampuannya mencakup pengamatan spektrum cahaya dari ultraviolet hingga inframerah dekat.

Salah satu tugas utama CSST adalah mengukur efek pelensaan gravitasi lemah, yang terjadi saat cahaya dari galaksi jauh mengalami distorsi akibat kelengkungan ruang oleh galaksi lain.

Dengan memetakan ratusan ribu galaksi, para ilmuwan berharap mendapatkan peta distribusi materi yang lebih akurat di alam semesta.

Hal ini akan memberikan wawasan lebih dalam tentang materi gelap, zat misterius yang tidak dapat diamati langsung tetapi menyusun sebagian besar alam semesta.

Selain itu, CSST akan meneliti struktur kosmik besar, termasuk ruang hampa dan gugusan galaksi. Studi ini berpotensi mengungkap sifat energi gelap yang diduga mempercepat ekspansi alam semesta.

Tak hanya itu, teleskop ini juga akan berburu supernova serta menganalisis osilasi akustik barion, jejak dari masa awal alam semesta yang dapat membantu memahami evolusi kosmos.

Berbeda dengan teleskop luar angkasa lainnya yang memiliki masa pakai terbatas, CSST dirancang untuk tetap operasional dalam jangka panjang.

Setelah diluncurkan, teleskop ini akan berbagi orbit dengan stasiun luar angkasa Tiangong milik China. Meskipun tidak selalu berdekatan, kedua struktur ini akan berada dalam jalur yang memungkinkan badan antariksa China untuk melakukan pemeliharaan berkala, mengganti modul instrumen, bahkan melakukan peningkatan teknologi.

Dengan fitur ini, CSST berpotensi menjadi salah satu teleskop luar angkasa paling tahan lama dan relevan dalam penelitian kosmologi selama beberapa dekade ke depan.

Kehadirannya pun menandai langkah besar China dalam eksplorasi ilmiah dan memperkuat posisinya dalam kompetisi teknologi antariksa global.

 

(Far/Tir)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait