Pertama dalam 17 Tahun, Tarif TransJakarta Diwacanakan Naik!

Sabtu, 21 Desember 2024

5715

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Foto: TransJakarta (Casa De Ramos).

Automotive - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) tengah mengkaji rencana kenaikan tarif bus TransJakarta, yang selama 17 tahun bertahan di angka Rp 3.500.

Kajian ini dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Dewan Transportasi Jakarta (DTKJ).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, memastikan proses pendalaman masih berjalan dan ditargetkan selesai sebelum akhir tahun.

Meski demikian, Syafrin belum mengungkap kapan kebijakan baru tersebut akan diumumkan secara resmi.

“Kami masih melakukan pendalaman terhadap hasil kajian yang disampaikan oleh TransJakarta maupun DTKJ. Seluruhnya sudah masuk tahap pembahasan lebih lanjut di Pemprov DKI,” ujar Syafrin, Jumat (20/12).

Sebelumnya, wacana kenaikan tarif ini pertama kali disuarakan DTKJ tahun lalu.

Dalam rekomendasinya, DTKJ mengusulkan penerapan tarif variatif pada jam sibuk—Rp 4.000 pada pagi hari (07.01–10.00 WIB) dan Rp 5.000 pada sore hari (16.01–21.00 WIB).

Lebih lanjut, Syafrin menegaskan bahwa keputusan final masih bergantung pada pembahasan dengan DPRD DKI Jakarta.

“Belum ada penyesuaian sebelum ada penetapan resmi dari DPRD,” tambahnya.

Wacana kenaikan tarif ini menjadi sorotan publik mengingat TransJakarta telah menjadi tulang punggung transportasi warga Ibu Kota.

Namun, harga Rp 3.500 yang bertahan sejak 2007 dianggap sudah tak relevan dengan kondisi operasional saat ini.

Pemprov DKI Jakarta berjanji mengutamakan kepentingan masyarakat sambil memastikan keberlanjutan layanan TransJakarta.

"Rencana ini tidak hanya soal menaikkan tarif, tapi juga meningkatkan kualitas layanan," tutup Syafrin.

 

(Far/Tir)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait