Peringati World Pharmacist Day 2025, HEXPHARM Jaya Ajak Apoteker Sehatkan Indonesia

Kamis, 25 September 2025

1805

Pengunggah: Uswatun hasanah

gambar-utama
Foto: Talkshow World Pharmacist Day 2025 (Dok/Pri).

Health - Dalam rangka memperingati World Pharmacist Day 2025, HEXPHARM Jaya a Kalbe Company, mengajak apoteker seluruh Indonesia untuk terus memberikan edukasi positif terhadap masyarakat.

Mengusung Tema "Kualitas Terjamin, Bersama Apoteker Menyehatkan Indonesia," acara Talkshow digelar di PT Hexpharm Jaya Laboratories, Kamis (25/09/2025).

Acara dibuka langsung oleh Group Bussiness Head PT. Hexpharm Jaya, Sri Wilianti Cahya. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap Apoteker di seluruh Indonesia yang turut berkontribusi, mengedukasi, memberikan pelayanan untuk mewujudkan Indonesia lebih sehat.

"Apoteker memberikan peranan penting untuk membantu masyarakat di seluruh Indonesia agar lebih teredukasi terkait obat obatan yang layak dikonsumsi, untuk itu saya mengapresiasi di momen spesial ini", sambutnya.

Dalam acara tersebut turut hadir narasumber diantaranya, Apoteker Rinaldi Nur Ibrahim, Influencer Edukasi Kesehatan, Apoteker Feri, Group Marketing Head Hexpharm Jaya, Apoteker Tri Lestari, Side Head SSI.

Group Marketing Head Hexpharm Jaya, Apoteker Feri menyoroti visi perusahaan farmasi tersebut tentang pentingnya kualitas obat yang diproduksi agar dapat memberikan yang terbaik untuk seluruh konsumen.

"Jadi itu merupakan visi misi kita dan ternyata di tahun 2018 kita dengan adanya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bisa berpartisipasi. Bagaimana seluruh lapisan masyarakat bisa mendapatkan obat dan pelayanan kesehatan terbaik," ungkapnya.

Tak hanya itu, Feri juga menceritakan bagaimana kemudian Hexpharm Jaya mampu menjadi perusahaan produksi obat generik terbaik nomor 1 di Indonesia.

"Sebagai informasi, saat ini kami juga menjadi perusahaan farmasi yang meproduksi obat generik terbaik Indonesia melalui survei 2025, imbuhnya.

Di sisi lain, Apoteker Tri Lestari, menjelaskan tentang obat yang diproduksi hingga menjadi sangat berkualitas, mulai proses produksinya, bahan baku yang digunakan hingga sampai pada proses pengemasan.

"Kualitas obat yang paten itu tidak semerta merta. Tapi melalui proses yang kita bangun. Mulai dari penerimaan material, proses produksi, alat yang digunakan, sampai proses tahap akhir," tuturnya.

Tri juga tak lupa menyampaikan tentang menyeimbangkan bagaimana masyarakat tetap mendapatkan harga terjangkau dengan obat yang berkualitas.

"Kita selalu berinovasi, kita juga selalu terbuka dengan teknologi yang up to date, kita terus mencoba teknologi yang baik dan tidak hanya fokus pada pabriknya tetapi juga produk produknya," pungkasnya.

Sementara itu, Rinaldi Nur Ibrahim sebagai Content Creator yang aktif memberikan edukasi seputar kesehatan di media sosial mencerikan bagaimana awal mula dirinya bisa konsisten menyampaiakn persoalan obat obat.

Kata Inal, sapaan akrabnya, hal tersebut berawal dari banyaknya pertanyaan dari masyarakat tata cara minum obat dan konsultasi obat dari konten yang ia bagikan di sosmed.

"Awalnya saya selalu membicarakan mengenai obat obatan, saat saya kuliah di farmasi 2015 baru naiknya 2017 dan begitu aktif dan banyak followersku menanyakan di setiap konten yang aku buat," ujar Inal.

Bahkan peraih beasiswa dari kemenag RI itu mengembangkan potensinya dengan mengikuti program pengabdian di sejumlah daerah seperti ke Raja Ampat, Labuhan Bajo, dan daerah lainnya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat di pelosok desa.

"Oleh karena itu, berlanjut dengan mengikuti program pengabdian dan sharing bareng dengan masyarakat di sana terkait obat obatan, kesahatan," katanya.

Acara kemudian ditutup dengan sesi edukasi interaktif, pembagian suplemen dari Hexpharm Jaya dan foto bersama. Seluruh peserta diharapkan menjadi agen perubahan dalam membangun kesadaran penggunaan obat yang cerdas dan bertanggung jawab.

 

(Usw/Far)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait