Perbedaan Mental Health dan Mental Resilience

Selasa, 31 Oktober 2023

6090

Pengunggah: Fildzah Izzati Ishmah

gambar-utama
Foto: Freepik

Kesehatan - Sobat Youtz tau nggak, akhir-akhir ini banyak sekali yang berbicara dan membuat campaign tentang kesehatan mental, namun banyak pula yang mengesampingkan mengenai mental resilience. 

Lalu, apa sebenarnya perbedaan mental health dan mental resilience dan bagaimana cara membangun mental resilience? 

Kemampuan Pengelolaan Stres yang Baik

Kemampuan yang baik dalam mengelola stres merupakan salah satu hal yang baik untuk menjadikan mental kita lebih tangguh dan resilience. 

Stress bisa datang kapan saja, stres yang terjadi bisa menimbulkan hasil pekerjaan yang tidak baik, karena kondisi mental dan fisik kita dalam kondisi tidak bahagia dan tertekan. 

Oleh karena itu, sangat penting memiliki kemampuan pengelolaan stres. Mengelola stres bisa dimulai dengan melatih diri mampu berpikir positif dan mengambil pelajaran atas suatu peristiwa atau hal yang tidak menyenangkan terjadi. 

Selain itu, kita bisa melakukan hal yang membuat rileks dan mengembalikan suasana hati dan pikiran lebih tenang dan baik. 

Optimis dan Tau Tujuan 

Rasa optimisme dalam diri akan menumbuhkan semangat dalam mengerjakan dan menghadapi sesuatu meskipun ada tantangan dan kesulitan yang dihadapi, oleh karena itu penting bagi kita bagaimana menumbuhkan rasa optimis. 

Hal ini bisa dimulai dengan mengetahui apa tujuan, cita-cita, hal yang kamu inginkan, sukai, dan tekuni. Dari sini Sobat akan memetakan apa tujuan dalam hidup dan bagaimana cara mencapainya, dengan menganalisis kemungkinan tantangan yang akan terjadi, sehingga Sobat lebih siap dan tangguh.

Perbanyak eksplorasi atau mencoba hal-hal baru

Memperbanyak eksplorasi dan mencoba berbagai hal baru, akan membawa Sobat pada kesempatan-kesempatan dan pembelajaran baru, dari sini Sobat juga akan terbiasa menemukan tantangan dan cara menanganinya, sehingga mempengaruhi kondisi ketangguhan mental. 

Temukan mentor atau teman untuk berbagi keluh kesah 

Untuk menemani dan mendampingi proses kita dalam bertumbuh dan mengasah diri menjadi lebih tangguh, maka Sobat membutuhkan sosok yang bisa memberikan arahan, masukan, kritik dan saran yang membangun.

Selain itu, tentunya memberikan motivasi agar Sobat menjadi lebih baik. Setidaknya, Sobat memiliki teman untuk bercerita dan atau sekedar saling bertukar pikiran dan berkeluh kesah. 

Resiliensi memang perlu diasah melalui proses yang tidak instan, oleh karena itu Sobatmembutuhkan banyak komponen, eksplorasi, support system, dan semakin banyak berhadapan dengan tantangan. 

Gimana menurut Sobat Youtz?

(Fli/Frq)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait