Awal Operasional Taman Bendera Pusaka Disorot, Kualitas Danau Perlu Evaluasi

Rabu, 01 April 2026

505

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Sumber gambar: Danau buatan yang berlokasi di Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang bau dan hitam

Wajah baru ruang terbuka hijau di kawasan Kebayoran Baru kembali menuai perhatian publik. Taman Bendera Pusaka yang diresmikan sebagai bagian dari revitalisasi kawasan eks Taman Langsat diharapkan menjadi ruang rekreasi ramah keluarga. Namun, pada fase awal operasionalnya, kondisi danau buatan di tengah taman justru memunculkan catatan kritis.
Air danau yang tampak menghitam dan berbau menyengat menjadi keluhan utama pengunjung. Aroma tidak sedap tercium bahkan dari jarak tertentu, mengganggu kenyamanan warga yang datang untuk bersantai. Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, aktivitas rekreasi tetap berlangsung. Delapan ekor soang terlihat berenang, menarik perhatian pengunjung—terutama anak-anak—yang mendekat, bahkan memberi makan secara langsung.

Sejumlah pengunjung menyayangkan situasi ini. Augita (35), warga Jakarta Barat, menilai kondisi tersebut kontras dengan tampilan taman yang secara visual sudah tertata rapi. Hal senada disampaikan Danar (27), yang menilai fasilitas taman cukup memadai, tetapi kualitas lingkungan—khususnya air danau—masih jauh dari harapan.

Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan antara percepatan peresmian fasilitas publik dan kesiapan infrastruktur pendukungnya. Dalam konteks ini, keberadaan danau bukan sekadar elemen estetika, tetapi juga bagian dari ekosistem yang berpengaruh pada kesehatan lingkungan dan kenyamanan pengunjung.

Pihak pengelola taman melalui pengawas lapangan, Budi Purbadi, mengakui bahwa pembangunan danau belum sepenuhnya rampung. Saat ini, Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta tengah menyelesaikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang menjadi kunci perbaikan kualitas air. Ia menegaskan bahwa kondisi air yang menghitam bukan semata karena pencemaran permanen, melainkan bagian dari proses pembangunan yang belum selesai.

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung optimistis bahwa kualitas air danau akan membaik setelah proyek rampung. Ia bahkan menyebutkan target visual air yang jernih menyerupai danau-danau di Korea Selatan, dengan sistem filtrasi yang memisahkan air kotor dari permukaan.

Namun demikian, optimisme tersebut tetap perlu diimbangi dengan transparansi progres pembangunan dan kepastian waktu penyelesaian. Mengingat taman ini sudah dibuka untuk publik, ekspektasi masyarakat terhadap standar kebersihan dan keamanan lingkungan menjadi tidak terelakkan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa peresmian ruang publik tidak hanya soal kesiapan fisik yang terlihat, tetapi juga kualitas infrastruktur yang menopangnya. Evaluasi menyeluruh terhadap aspek lingkungan, termasuk pengelolaan air, menjadi krusial agar fungsi taman sebagai ruang hijau yang sehat dan nyaman benar-benar terwujud, bukan sekadar simbol estetika kota.

Penulis : Radhwa Larasati Tetuko

Editor : Tiara De Silvanita

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait