China Desak Israel Hentikan Serangan ke Rafah, Kecam Serangan di Zona Aman
Rabu, 29 Mei 2024
Pengunggah: Shahnaz Mazdhatul Rahmania
News - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas serangan bom Israel yang menargetkan zona aman di Rafah, Gaza.
Serangan pertama Israel ini menewaskan 45 orang, sementara serangan kedua di zona aman lainnya yang terjadi semalam menewaskan 21 orang.
"China menyatakan keprihatinan besarnya atas operasi militer Israel yang sedang berlangsung di Rafah. Semua pihak harus bisa melindungi warga sipil dan fasilitas sipil," kata Mao Ning, seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (29/5/).
Mao Ning menegaskan bahwa keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas utama dalam situasi konflik.
China juga mendesak semua pihak yang terlibat untuk mematuhi hukum internasional dan memastikan perlindungan bagi warga sipil serta fasilitas sipil.
Operasi militer yang tidak membedakan antara sasaran militer dan non-militer sangat tidak dapat diterima dan hanya akan memperburuk situasi kemanusiaan di Gaza.
Desakan ini menunjukkan sikap tegas China dalam menanggapi eskalasi kekerasan di wilayah tersebut.
"Komunitas internasional perlu bekerja sama untuk meredakan dan mengakhiri krisis kemanusiaan di Gaza. China menyerukan penghentian segera kekerasan dan upaya bersama menuju solusi damai yang berkelanjutan," ujarnya.
Mao Ning menekankan pentingnya langkah-langkah sementara yang relevan diterapkan dengan segera untuk mengurangi penderitaan warga sipil.
China menegaskan bahwa posisinya dalam konflik Palestina-Israel tetap konsisten dan jelas, dengan menentang segala bentuk pelanggaran hukum humaniter internasional.
Selain itu, China juga mendesak negara-negara berpengaruh untuk memainkan peran konstruktif dalam menengahi konflik dan mendorong dialog yang konstruktif antara pihak-pihak yang terlibat.
Karena dalam hal ini hanya dengan kerjasama internasional yang erat dan komitmen untuk perdamaian, kita dapat mencapai solusi yang adil bagi konflik ini.
perdamaian ini harus datang di tengah peningkatan kekhawatiran internasional mengenai krisis kemanusiaan yang memburuk di Gaza dan kebutuhan mendesak untuk mengakhiri kekerasan yang sedang berlangsung.
(Shz/Shz)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
News - Setelah beberapa hari setelah pelantikan Kabinet Merah Putih, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyatak...
NewsKamis, 31 Oktober 2024
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, akhirnya buka suara soal harga sebenarnya gas LPG 3 kilogram (Kg) yang...
NewsKamis, 13 November 2025
Upaya penataan kawasan Puncak Cianjur ternyata belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan di lapangan. Setelah pemb...
NewsSelasa, 14 Juli 2026
Jakarta - Polusi udara terus merebak di atas langit jakarta. Padahal sejauh ini jumlah kendaraan terpantau lebih ...
NewsSelasa, 05 September 2023
News - Seorang warga bernama Hanter Oriko Siregar mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mengubah s...
NewsSelasa, 03 Desember 2024
News — Pemerintah Provinsi Aceh secara resmi mengirim surat kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaika...
NewsSenin, 30 Juni 2025
News — Indonesia resmi memperkuat armada tempurnya dengan menggandeng Turki untuk pembelian 48 unit jet tempur...
NewsKamis, 12 Juni 2025
News - Pasangan Bakal Calon Presiden dan Wakil Presiden (Capres-cawapres) Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar re...
NewsKamis, 19 Oktober 2023
News – Presiden Prabowo Subianto resmi menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2024 yang mengat...
NewsKamis, 07 November 2024
Pemerintah Arab Saudi kembali mengerahkan kekuatan penuh sektor transportasi dan logistik jelang musim Haji 1447 ...
NewsSabtu, 25 April 2026