Dari Berburu ke Bertani, Orang Rimba Hadapi Tantangan Perubahan Hutan

Rabu, 27 Mei 2026

60

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Sumber gambar: Adaptasi orang rimba di tengah perubahan lingkungan

Di tengah menyusutnya kawasan hutan di Jambi, kelompok Orang Rimba di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) perlahan mengubah cara hidup mereka. Jika dulu berburu dan meramu menjadi sumber utama penghidupan, kini sebagian komunitas mulai belajar bertani dan berkebun demi bertahan di tengah perubahan lingkungan yang semakin menekan ruang hidup mereka.
Sebanyak 42 kepala keluarga Orang Rimba yang tinggal di zona pemanfaatan TNBD, Sarolangun, Jambi, didampingi Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi sejak 2018 untuk mengenal pola hidup menetap dan bercocok tanam. Perubahan ini bukan semata pilihan, melainkan bentuk adaptasi atas kondisi hutan yang terus menyusut dan semakin sulit menyediakan hewan buruan maupun hasil hutan bukan kayu.

Di rumah sederhana yang berdiri di kawasan taman nasional, Tengganai Basemen bersama keluarganya menjadi potret perubahan besar yang sedang dihadapi Orang Rimba. Tradisi hidup berpindah yang diwariskan turun-temurun perlahan bergeser akibat tekanan alih fungsi lahan dan aktivitas industri di sekitar kawasan hutan.

Pendamping lapangan menyebut, berkurangnya tutupan hutan membuat komunitas adat semakin kesulitan memenuhi kebutuhan hidup dari alam. Situasi itu mendorong mereka mulai membuka lahan tanam dan mengenal sistem pertanian sederhana sebagai alternatif bertahan hidup.

Namun, proses adaptasi tersebut tidak berjalan mudah. Di balik upaya belajar bertani, Orang Rimba masih menghadapi berbagai persoalan mendasar, mulai dari terbatasnya akses pendidikan dan layanan kesehatan hingga ancaman berlanjutnya kerusakan hutan yang menjadi ruang hidup mereka selama ini.

Perubahan pola hidup Orang Rimba memperlihatkan bahwa krisis lingkungan bukan hanya soal hilangnya pohon, tetapi juga menyangkut masa depan komunitas adat yang bergantung pada hutan. Ketika ruang hidup terus menyempit, mereka dipaksa beradaptasi dengan dunia yang perlahan menjauh dari tradisi leluhur.

Penulis : Radhwa Larasati Tetuko

Editor : Tiara De Silvanita

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait