Dua Video Monolog Wapres Gibran Mendapat Sorotan Publik, Bangun Citra Politik di 2029

Kamis, 24 April 2025

2855

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Foto: Wapres Gibran (SS Channel Youtube).

News - Dua video monolog yang diunggah Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka di channel YouTube dan Instagram pribadinya akhir-akhir ini ramai diperbincangkan publik. Bukan hanya karena isinya yang membahas isu-isu strategis, melainkan juga karena munculnya berbagai tafsir terhadap langkah politik Gibran yang sebelumnya terkesan senyap dari perbincangan media.

Diketahui, video pertama diunggah pada Sabtu, 19 April 2025, berisi pandangan Gibran soal bonus demografi dan tantangan global yang dihadapi Indonesia.

Video kedua, dirilis Selasa, 22 April 2025, menyoroti prestasi Timnas Indonesia U-17 yang sukses menembus Piala Dunia U-17 tahun ini.

Langkah ini memantik banyak anggapan. Mulai dari Gibran dianggap sedang membangun citra baru, mencari panggung, hingga membuka jalan menuju kontestasi Pilpres 2029.

Apalagi, selama ini Gibran dinilai minim tampil di ruang publik, terutama bila dibandingkan dengan Presiden Prabowo Subianto dan para menterinya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menyebut posisi wakil presiden memang rentan "serba salah".

"Terlalu muncul salah, tenggelam juga salah. Jadi Wapres itu nggak gampang," ujarnya.

Namun ia menegaskan, Presiden Prabowo tidak membatasi peran Gibran.

“Pak Prabowo tidak ribet. Wapres Gibran bisa ambil porsi sesuai kebutuhan,”tuturnya.

Lebih lanjut, Sarmuji menilai, monolog Gibran adalah bentuk eksistensi yang relevan.

"Dia sedang memantik kesadaran publik soal isu penting, seperti bonus demografi. Kalau tidak disiapkan dari sekarang, bisa jadi beban demografi atau bahkan bencana demografi,” ujarnya.

Di sisiain, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, bersikap lebih santai. Menurutnya, sangat wajar jika seorang wakil presiden menyuarakan pemikiran melalui media sosial.

“Biasa saja. Wapres ngomong, itu hak dan tugasnya,” katanya.

Dalam monolog pertama berdurasi 6 menit 19 detik, Gibran menyampaikan bahwa Indonesia sedang berada di persimpangan penting. Ia menyebut lebih dari 208 juta penduduk Indonesia akan memasuki usia produktif pada 2030–2045.

Menurutnya, inilah momen emas untuk menjadikan manusia Indonesia sebagai pendorong kemajuan, bukan sekadar angka statistik.

Tak hanya itu, orang nomor dua di Indonesia ini juga menyinggung film animasi lokal “Jumbo” sebagai penanda bangkitnya industri kreatif tanah air, seraya mendorong anak muda untuk bermimpi besar dan membuat terobosan.

Sementara dalam monolog keduanya, Gibran membahas keberhasilan Timnas U-17 dan menyampaikan apresiasi terhadap pelatih Nova Arianto, para pemain muda, serta supporter. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung kemajuan sepak bola nasional, termasuk pembangunan 24 stadion dan pembinaan usia dini.

Langkah Gibran menggunakan media sosial bisa dibaca sebagai bentuk komunikasi politik baru yang mengandalkan pendekatan naratif, khas generasi muda.

Tanpa pidato formal, tanpa podium, hanya kamera dan suara, Gibran tampaknya sedang mencari ritme baru sebagai pemimpin.

Apakah ini sekadar strategi komunikasi, langkah pencitraan, atau sinyal kesiapan menuju 2029? Jawabannya mungkin ada di gebrakan selanjutnya.

 

(Far/Tir)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait