Jepang Kembangkan Daur Ulang Popok Bekas, Upaya Kurangi Limbah Berlanjut
Senin, 30 Maret 2026
Pengunggah: Redaksi
Jepang kembali menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi persoalan lingkungan melalui inovasi yang tak biasa: mendaur ulang popok bekas menjadi produk baru. Inisiatif yang diklaim sebagai yang pertama di dunia ini bukan sekadar eksperimen teknologi, tetapi juga respons atas dua tantangan besar sekaligus—lonjakan limbah dan perubahan struktur demografi.
Proyek yang digagas oleh perusahaan produk kebersihan Unicharm ini tengah diuji coba di wilayah Shibushi dan Osaki. Kedua kota tersebut bukan tanpa alasan dipilih. Dengan tingkat daur ulang mencapai 80 persen—empat kali lipat rata-rata nasional—wilayah ini telah lama menjadi laboratorium hidup bagi praktik pengelolaan sampah berkelanjutan.
Popok bekas yang dikumpulkan dari rumah tangga diolah melalui proses yang cukup kompleks: diparut, dicuci, dipisahkan menjadi bubur kertas, plastik, dan polimer super-penyerap (SAP), lalu disterilisasi menggunakan perlakuan ozon untuk menghilangkan bakteri dan bau. Hasilnya, sebagian material—khususnya bubur kertas—sudah dapat digunakan kembali sebagai bahan baku produk baru.
Namun, di balik inovasi ini, terdapat realitas yang lebih dalam. Jepang sedang menghadapi penuaan populasi yang ekstrem. Jumlah lansia yang menggunakan popok kini melampaui bayi, menciptakan lonjakan permintaan produk sekaligus volume limbah. Pada 2024 saja, produksi popok dewasa mencapai 9,6 miliar unit, melampaui popok bayi yang berada di angka delapan miliar.
Jika tren ini terus berlanjut, limbah popok diproyeksikan menembus 2,6 juta ton per tahun pada 2030. Angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan alarm bagi sistem pengelolaan sampah yang selama ini masih bergantung pada metode konvensional seperti penimbunan.
Upaya daur ulang ini pun menjadi langkah strategis, meski belum sepenuhnya ideal. Produk hasil daur ulang saat ini dijual dengan harga sekitar 10 persen lebih tinggi dibandingkan produk berbahan baku baru. Ini menunjukkan bahwa inovasi lingkungan sering kali masih harus berhadapan dengan persoalan keekonomian—sebuah dilema klasik dalam transisi menuju ekonomi sirkular.
Dalam konteks global, tingkat daur ulang Jepang yang masih di bawah 20 persen juga menjadi ironi tersendiri, mengingat citra negara tersebut sebagai pionir pengelolaan sampah. Dibandingkan dengan negara seperti Jerman atau Inggris, Jepang masih memiliki ruang besar untuk meningkatkan efisiensi sistemnya.
Apa yang dilakukan Jepang setidaknya memberikan pelajaran penting bagi negara lain, termasuk Indonesia. Tantangan utama bukan hanya pada teknologi, tetapi juga pada pembentukan ekosistem ekonomi sirkular yang mampu membuat pengelolaan limbah menjadi layak secara finansial.
Di Indonesia, persoalan ini bahkan lebih kompleks. Limbah popok masih kerap berakhir di tempat pembuangan akhir atau mencemari sungai. Tanpa intervensi kebijakan dan inovasi model bisnis, pengelolaan limbah jenis ini cenderung menjadi “beban biaya” alih-alih sumber nilai baru.
Dengan demikian, proyek daur ulang popok di Jepang bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan refleksi tentang bagaimana sebuah negara mencoba menyeimbangkan antara kebutuhan sosial, tekanan lingkungan, dan realitas ekonomi. Inovasi ini mungkin belum sempurna, tetapi menjadi langkah awal yang menunjukkan bahwa bahkan limbah paling problematik sekalipun masih memiliki peluang untuk dimaknai ulang.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
News - Ribuan massa aksi dari berbagai elemen yang menolak pengesahan revisi Undang-Undang (UU) Pilkada sukses ro...
NewsKamis, 22 Agustus 2024
Aktivitas pertambangan batu bara di kawasan transmigrasi di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartan...
NewsSelasa, 14 Juli 2026
Jakarta, 19 Januari 2026 — Wacana pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penanggulangan Disinformasi dan Prop...
NewsJumat, 23 Januari 2026
Langkah besar dilakukan pemerintah melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dengan berhasil men...
NewsSelasa, 19 Mei 2026
News - Sebagai wadah dalam menumbuh-kembangkan potensi anak muda di seluruh Indonesia, Youth Ranger Indonesia (Y...
NewsSenin, 30 Oktober 2023
News - Peringatan Hari Sumpah Pemuda menginspirasi Komisi I DPR RI untuk mempersiapkan acara yang fokus pada pemb...
NewsJumat, 25 Oktober 2024
Kasus dugaan keracunan yang menimpa puluhan siswa sekolah dasar di Duren Sawit, Jakarta Timur, membuka celah seri...
NewsSenin, 06 April 2026
Sore hari di kawasan Blok M Hub, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, selalu menghadirkan denyut khas anak muda yang ...
NewsKamis, 26 Maret 2026
News — Seorang bocah perempuan diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga ditemukan dalam kondisi mempr...
NewsRabu, 11 Juni 2025
News - Tegangnya hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan kembali terasa setelah aksi peledakan yang dilakuk...
NewsSelasa, 22 Oktober 2024