Museum Louvre di Paris Ditutup Usai Terjadi Perampokan Perhiasan

Selasa, 21 Oktober 2025

1525

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Sumber: AFP/STEPHANE DE SAKUTIN/File Foto

Museum Louvre di Paris, Prancis, mendadak ditutup pada Minggu (19/10/2025) setelah terjadi kasus perampokan terhadap perhiasan berharga dari koleksi Napoleon Bonaparte dan permaisurinya. Menteri Kebudayaan Perancis Rachida Dati menyatakan telah terjadi perampokan tanpa laporan korban luka.

Para pelaku dengan penutup kepala masuk dari sisi Sungai Seine, area yang tengah ada pekerjaan konstruksi. Setelah memecahkan jendela, dua orang menyusup menuju Galerie d’Apollon (Galeri Apollon) yang menjadi rumah koleksi Permata Mahkota Perancis.

Para pelaku membobol area pameran khusus dan berhasil membawa kabur sembilan perhiasan bersejarah yang sedang dipamerkan untuk umum. Sebuah kalung, sebuah bros, dan sebuah tiara termasuk di antara barang yang diambil dari etalase Napoleon dan Para Penguasa Perancis.

Kementerian Kebudayaan Prancis menyebut perhiasan yang dicuri memiliki nilai yang tak terhitung karena bukan sekadar permata mahal, melainkan warisan sejarah kekaisaran Prancis. Namun, para ahli menilai, jika dilihat dari bahan dan batu permatanya saja, nilainya bisa mencapai ratusan miliar rupiah di pasar internasional.

Salah satu benda paling berharga adalah mahkota Permaisuri Eugénie, yang berhiaskan 1.354 berlian dan 56 zamrud. Mahkota ini ditemukan tergeletak di luar dinding museum setelah dijatuhkan para pelaku saat melarikan diri.

Melansir Aljazeera, koleksi museum lainnya yang dicuri meliputi:

  • Mahkota dari set perhiasan Ratu Marie-Amelie dan Ratu Hortense
  • Kalung dari set perhiasan safir milik Ratu Marie-Amelie dan Ratu Hortense
  • Satu anting dari set perhiasan safir
  • Kalung zamrud dari set Marie-Louise
  • Sepasang anting zamrud dari set Marie-Louise
  • Bros yang dikenal sebagai dengan sebutan "reliquary"
  • Mahkota Permaisuri Eugenie
  • Bros besar lainnya dari Permaisuri Eugenie

Anthony Amore, pakar pencurian karya seni dan penulis buku Stealing Rembrandts mengatakan, perhiasan tersebut tak ternilai bukan hanya karena berlian atau zamrudnya, tapi karena nilai budaya dan sejarahnya. Menurutnya, jika permata dilepaskan dari set aslinya, kemungkinan besar akan dijual terpisah di pasar gelap, membuatnya sulit dilacak.

FYI sobat youtz, Museum Louvre dikenal sebagai museum paling terkenal di dunia, menyimpan berbagai mahakarya seni legendaris, selain perhiasan koleksi Napoleon Bonaparte dan permaisurinya, Museum Louvre juga mengoleksi lukisan "Mona Lisa" karya Leonardo da Vinci yang terkenal. Kejadian ini menjadi perhatian publik internasional karena Louvre selama ini dikenal memiliki sistem keamanan berlapis.

Museum Louvre secara rutin terdaftar sebagai museum yang paling banyak dikunjungi di dunia. Bahkan, tempat pameran ini dikunjungi sembilan juta pengunjung pada tahun lalu.

 

Penulis : Anna. L

Editor : Tiara De Silvanita

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait