Turunkan Anggaran Makan Bergizi Gratis, Prabowo Dapat Ancaman Harga Saham Bakal Anjlok

Rabu, 04 Desember 2024

4335

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Foto: Presiden Prabowo Subianto (Gema Sulawesi).

News - Presiden Prabowo Subianto mengungkap tantangan yang dihadapinya dalam merealisasikan program Makan Bergizi Gratis bagi masyarakat Indonesia.

Dalam pidatonya pada Pembukaan Sidang Tanwir Muhammadiyah 2024 yang disiarkan secara virtual pada Rabu (4/12), ia menceritakan pengalaman menerima ancaman dan ejekan, termasuk kekhawatiran bahwa program ini akan memicu kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Menurut Prabowo, ancaman tersebut datang sejak hari-hari awal pemerintahannya. Ia menyebut, baik ancaman terbuka maupun terselubung, kerap ia terima saat mengumumkan program ini, yang bertujuan untuk memberantas kelaparan dan kemiskinan.

Salah satu ancaman yang paling mencolok adalah kekhawatiran bahwa inisiatif tersebut akan merugikan pasar saham.

"Apa? Mau ngasih makan bergizi? Hahaha. Mereka tertawakan saya, ancam saya. Katanya, harga indeks saham akan turun," ujar Prabowo.

Namun, ia menanggapi ancaman tersebut dengan tenang. Prabowo menegaskan bahwa dampak kejatuhan pasar saham tidak serta-merta merugikan mayoritas masyarakat, khususnya yang tinggal di pedesaan.

"Kalau saham jatuh, yang terkena imbas itu ya pemain bursa. Rakyat di desa-desa, yang saya perjuangkan, tidak punya saham," tegasnya.

Prabowo juga mengaku sering kali dianggap remeh ketika menyampaikan visi besarnya untuk menghapus korupsi, kemiskinan, dan kelaparan di Indonesia. Meski begitu, ia menyatakan tidak akan mundur dari upayanya membawa perubahan bagi rakyat Indonesia.

Langkah kontroversial ini, yang memangkas anggaran makan bergizi gratis dari Rp15.000 menjadi Rp10.000 per porsi, menuai beragam reaksi. Namun, Prabowo menegaskan bahwa keputusan tersebut telah melalui berbagai pertimbangan matang. 

Prabowo percaya bahwa program ini adalah solusi strategis untuk membantu masyarakat miskin mendapatkan akses gizi yang layak, terlepas dari tekanan ekonomi yang dihadapi.

Dengan tekad yang kuat, Presiden Prabowo menutup pidatonya dengan pesan optimisme bahwa perubahan besar selalu dimulai dari gagasan kecil yang penuh tantangan. Ia meminta masyarakat untuk bersabar dan mendukung langkah pemerintah dalam mengutamakan kesejahteraan rakyat di atas segala kepentingan.

 

(Far/Tir)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait