Whoosh Itu Keinginan Jokowi, Bukan Kebutuhan Rakyat! Ini Kata Pengamat
Rabu, 12 November 2025
Pengunggah: Redaksi
Pembangunan Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh menuai sorotan. Proyek transportasi modern yang digadang-gadang sebagai simbol kemajuan itu dinilai bukan lahir dari kebutuhan publik, melainkan lebih karena ambisi politik Presiden Joko Widodo. Pandangan tersebut disampaikan oleh Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno. Menurutnya, pembangunan KCJB lebih mencerminkan kehendak pribadi Presiden ketimbang kebutuhan riil masyarakat.
“Pembangunan KCJB itu seperti keinginan Presiden Joko Widodo, bukan kebutuhan masyarakat, sehingga terjadi pro dan kontra sekarang. Apalagi setelah PT KAI mengangsur utang Rp 2,2 triliun untuk tahun 2025,” ucap Djoko dalam keterangan tertulis, Minggu (9/11/2025) yang dikutip dari kompas.com.
Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat ini menegaskan, proyek berbiaya jumbo tersebut justru membebani keuangan PT KAI. Padahal, menurutnya, dana tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan untuk memperkuat layanan transportasi publik yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Djoko menilai, kebutuhan utama Indonesia—terutama di Pulau Jawa—adalah pembangunan sistem transportasi yang terintegrasi antara kota dan desa, bukan kereta cepat. Ia menambahkan, rencana untuk memperpanjang jalur kereta cepat hingga Surabaya pun tidak mendesak dilakukan.
“Pembangunan Kereta Cepat hingga Surabaya sebaiknya dipandang sebagai keinginan, bukan kebutuhan mendesak,” tegas Djoko.
Lebih jauh, Djoko juga menyoroti kecenderungan pembangunan infrastruktur yang terlalu terfokus di Pulau Jawa. Menurutnya, hal itu berpotensi memperlebar kesenjangan pembangunan antarwilayah.
Pulau Jawa, katanya memang mengalami percepatan pembangunan—mulai dari jaringan jalan tol Merak–Surabaya hingga Probolinggo yang memangkas waktu tempuh hingga 50 persen dibanding jalan nasional. Namun, kemajuan tersebut tidak dibarengi pemerataan di wilayah lain.
Djoko mengingatkan, Indonesia bukan negara daratan seperti Tiongkok, melainkan negara kepulauan yang membutuhkan strategi pembangunan berbeda. Ia mendesak agar pemerintah mulai mengalihkan fokus pembangunan ke luar Jawa. Ia menekankan, semangat membangun Indonesia seharusnya didorong oleh prinsip pemerataan dan pengembangan wilayah, bukan sekadar berdasarkan jumlah penduduk.
Pernyataan Djoko menambah panjang daftar kritik terhadap proyek KCJB yang sejak awal menuai perdebatan. Di satu sisi, proyek ini diklaim sebagai lompatan besar modernisasi transportasi nasional. Namun di sisi lain, beban finansial dan ketimpangan prioritas pembangunan membuat sebagian pihak mempertanyakan urgensinya.
Apakah Whoosh benar-benar langkah maju untuk masa depan transportasi Indonesia—atau sekadar warisan ambisi politik?
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
News - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI), Retno Marsudi mempertegas dan menyerukan multilateralis...
NewsSabtu, 12 Oktober 2024
Serangan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (K...
NewsJumat, 13 Maret 2026
News – Pangeran Al-Waleed bin Khaled bin Talal Al Saud, yang selama dua dekade terakhir dikenal sebagai “Pang...
NewsSelasa, 22 Juli 2025
Wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD memang telah dianulir. DPR menyataka...
NewsSabtu, 31 Januari 2026
News - Perusahaan ritel minimarket seperti Alfamart dibuat geram dengan maraknya Juru Parkir yang masih berkeliar...
NewsKamis, 16 Mei 2024
News - Mischka Aoki, remaja asli Indonesia berusia 15 tahun, kembali mengukir prestasi gemilang di panggung Inter...
NewsSelasa, 24 September 2024
Kabar duka kembali datang dari medan tugas pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon Selatan. Dua prajurit Tentara ...
NewsSelasa, 31 Maret 2026
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, akhirnya buka suara soal harga sebenarnya gas LPG 3 kilogram (Kg) yang...
NewsKamis, 13 November 2025
News - Demi mendukung perdamaian atas peperangan yang terjadi antara Israel dengan Palestina Majelis Ulama Indone...
NewsJumat, 17 November 2023
Kasus meninggalnya dokter muda asal Nusa Tenggara Timur, dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disap...
NewsSenin, 29 Juni 2026