Tawaran 1.592 Triliun Elon Musk Akuisisi ChatGPT Ditolak Mentah-mentah CEO OpenAI
Selasa, 11 Februari 2025
Pengunggah: Redaksi
Tech - Konsorsium investor yang dipimpin oleh Elon Musk mengajukan penawaran senilai USD 97,4 miliar atau sekitar Rp 1.592 triliun untuk mengakuisisi OpenAI, perusahaan yang berada di balik pengembangan ChatGPT.
Namun, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah oleh CEO sekaligus co-founder OpenAI, Sam Altman.
Laporan eksklusif The Wall Street Journal menyebutkan bahwa Musk bersama sejumlah investor mengajukan proposal kepada dewan direksi OpenAI untuk mengambil alih divisi non-profit perusahaan kecerdasan buatan tersebut.
Pengacara Musk, Mark Toberoff, mengonfirmasi kebenaran laporan ini.
“Sudah saatnya OpenAI kembali menjadi kekuatan open source yang berfokus pada keamanan, seperti visi awal pendiriannya. Kami akan memastikan hal itu terjadi,” ujar Musk dalam pernyataan resminya yang disampaikan melalui Toberoff, dikutip dari BBC, Selasa (11/2/2025).
Tawaran ini menjadi babak baru dalam rivalitas antara Musk dan Altman terkait masa depan OpenAI.
Menanggapi tawaran akuisisi dari Musk, Altman justru melontarkan pernyataan sindiran dengan balik menawar harga Platform X milik Musk.
“Tidak, terima kasih. Tapi kami bisa membeli Twitter/X senilai USD 9,74 miliar jika Anda berminat,” tulis Altman dalam unggahannya di X.
Penawaran Musk sebesar USD 97,4 miliar dinilai jauh di bawah valuasi OpenAI yang mencapai USD 157 miliar setelah putaran pendanaan terakhir pada Oktober 2024.
Rencana akuisisi ini mendapat dukungan dari xAI serta beberapa pemodal, termasuk Baron Capital Group dan Valor Management.
Musk dan Altman mendirikan OpenAI bersama pada 2015 sebagai organisasi nirlaba. Namun, hubungan keduanya memburuk setelah Musk mundur dari jajaran direksi OpenAI pada 2018.
Saat ini, Altman tengah berupaya mengubah struktur OpenAI dari nirlaba menjadi perusahaan berbasis profit, langkah yang memicu kontroversi dan bahkan gugatan hukum dari Musk.
Musk menilai perubahan tersebut melenceng dari misi awal OpenAI, yakni mengembangkan AI demi kepentingan umat manusia.
Di sisi lain, OpenAI berargumen bahwa transisi ke model for-profit justru diperlukan untuk memastikan keberlanjutan pengembangan teknologi kecerdasan buatan terbaik di dunia.
“Elon Musk, sebagai co-founder OpenAI dan pemimpin industri teknologi, adalah sosok paling tepat untuk memastikan pengembangan AI tetap selaras dengan kepentingan manusia,” tutur Toberoff mewakili Musk.
(Far/Tir)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Foto: Halaman utama situs dark web berisi pernyataan kelompok hacker Brain Chiper pada 2/7/2024 (KOMPAS.com)Tek...
TechSelasa, 02 Juli 2024
Tech — Spaceport NASA, Cape Canaveral, Amerika Serikat, Jumat (12/9/2025), menjadi saksi sejarah bagi Indonesia...
TechJumat, 12 September 2025
Teknologi -- Baru-baru ini dunia digemparkan oleh sebuah penemuan yang sangat mencengangkan. Bahkan disinyalir pa...
TechSenin, 06 November 2023
Teknologi - Seiring masifnya aktivitas online seperti aktif di sosial media, berkomunikasi, bahkan transaksi seca...
TechRabu, 23 Oktober 2024
Tech - Dylan, bocah 13 tahun yang kini masuk dalam radar para elite keamanan digital dunia, mengukir prestasi yan...
TechSenin, 07 Juli 2025
Teknologi – Kasus perjudian online kembali mencuat, kali ini menyeret sejumlah pegawai Kementerian Komunikasi d...
TechSenin, 25 November 2024
Jakarta - Threads menjadi aplikasi terbaru buatan Meta yang menjadi pesaing berat Twitter resmi rilis pada Kamis ...
TechSabtu, 15 Juli 2023
Teknologi – Sobat youtz tahu tidak? Kita bisa mendeteksi apakah akan terjadi cuaca ekstrem atau tidak melalui 3...
TechSabtu, 17 Februari 2024
Teknologi – Laporan dari Reuters pada 17 Mei, pihak berwenang AS mengonfirmasi bahwa telah menangkap dua warga ...
TechJumat, 24 Mei 2024
Tech — Meta, induk WhatsApp, resmi mengumumkan pemblokiran lebih dari 6,8 juta akun yang terindikasi melakukan ...
TechSelasa, 12 Agustus 2025