Benarkah Air Hujan di Jakarta Mengandung Mikroplastik?

Selasa, 21 Oktober 2025

1900

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Sumber: www.beritasatu.com

Baru-baru ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan hasil penelitiannya, yaitu air hujan di Jakarta mengandung partikel mikroplastik berbahaya, yang mana mikroplastik ini berasal dari aktivitas manusia di perkotaan

Berdasarkan studi tersebut, setiap sampel air hujan di Jakarta mengandung mikroplastik dari degradasi limbah plastik yang melayang di udara akibat aktivitas manusia.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan temuan air hujan di Jakarta mengandung mikroplastik merupakan peringatan untuk serius menangani sampah. Menurutnya, penumpukan sampah berkontribusi pada mikroplastik pada air hujan

Lantas apa itu mikroplastik? Bagaimanakah bahayanya terhadap kesehatan?

Umumya, senyawa mikroplastik berbentuk poliester, polietilena, nilon, polipropilena, dan polibutadiena. Dari sampel hujan yang diambil di pesisir Jakarta, terungkap kalau ada sekitar 15 partikel mikroplastik per meter persegi per hari.

Mikroplastik merupakan partikel dengan ukuran 5 milimeter atau lebih kecil lagi yang berasal dari hasil degradasi material plastik dalam berbagai bentuk. Bahannya sulit untuk diurai di alam, jika dihancurkan sembarangan justru membahayakan lingkungan, jumlah plastik yang menjadi sampah selalu bertambah karena masih kita gunakan setiap hari, dan pada akhirnya sampah plastik jadi tertumpuk di mana-mana.

Mikroplastik dapat terangkat ke udara dalam bentuk debu jalanan, asap pembakaran, dan residu aktivitas industri, kemudian terbawa angin dan turun kembali bersama hujan. Proses ini dikenal dengan istilah atmospheric microplastic deposition.

Air hujan yang turun ke Jakarta itu sebenarnya masih banyak dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan rumah tangga. Dengan temuan partikel mikroplastik pada hujan yang melanda Jakarta, lantas potensi partikel ini masuk ke tubuh manusia jadi terbuka.

Mikroplastik membawa banyak kontaminan lain, semisal persistent organic pollutant (POP) dan logam berat. Kalau mikroplastik beserta kontaminan itu masuk ke tubuh, maka ada beberapa masalah kesehatan pada sistem kardiovaskular, pernafasan, pencernaan, sampai hormon.

Beberapa contoh penyakit yang bisa terjadi akibat mikroplastik masuk ke dalam tubuh, yaitu : 

  • Iritasi kulit
  • Gangguan pernapasan
  • Gangguan pencernaan
  • Gangguan imunitas tubuh
  • Gangguan metabolisme
  • Penyakit jantung dan stroke
  • Penyakit kanker

Untuk mengatasi hal ini, kita harus mampu mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari plastik industri hingga rumah tangga, memperbaiki sistem pembuangan sampah dan daur ulang plastik, sampai gotong royong untuk membersihkan sampah plastik yang sedari awal sudah ada di alam.

Selain itu, edukasi dan kesadaran untuk tidak membuang atau membakar sampah sembarangan harus ditumbuhkan dalam berbagai lapisan masyarakat agar lingkungan tidak semakin tercemar.

 

Penulis : Anna. L

Editor : Tiara De Silvanita

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait