Kenali Diabetes Tipe 5, Jenis Diabetes yang Kerap Terjadi Pada Anak Muda

Senin, 05 Mei 2025

2880

Pengunggah: Syifa Rachmania Suryana

gambar-utama
Ilustrasi: Cek Gula Darah (Alodokter).

Health - Sobat Youtz, kamu tentu sudah akrab dengan penyakit diabetes, yaitu gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi.

Selama ini, kita mengenal dua tipe utama, antara lain: tipe 1 dan tipe 2. Tapi kini, dunia medis mengenalkan satu lagi, yaitu diabetes tipe 5.

Terkait hal tersebut, Organisasi diabetes global International Diabetes Federation (IDF) resmi mengakui diabetes tipe 5 sebagai kategori baru pada April 2025.

Hal tersebut disampaikan dalam World Diabetes Congress di Bangkok, Thailand, yang menjadi tonggak perubahan pemahaman global terhadap spektrum penyakit diabetes.

Apa Itu Diabetes Tipe 5?

Berbeda dari tipe sebelumnya, diabetes tipe 5 terbagi dua varian:

- Malnutrition-related diabetes,

- MODY (Maturity Onset Diabetes of the Young).

- Malnutrition-related diabetes muncul karena kekurangan gizi kronis saat masa anak-anak atau remaja. Penderitanya cenderung kurus, dengan pankreas yang tidak berkembang optimal. Mereka mengalami defisiensi insulin berat, namun tanpa resistensi insulin seperti pada diabetes tipe 2.

- Berbeda dari tipe 1 yang butuh insulin seumur hidup, penderita diabetes tipe 5 jenis ini bisa diobati dengan obat oral.

Sementara itu, MODY adalah bentuk langka diabetes yang diwariskan secara genetik. Jika salah satu orang tua mengidapnya, anak punya peluang 50 persen mewarisinya.

MODY tidak berkaitan dengan gaya hidup atau lingkungan, melainkan murni dipicu mutasi gen tunggal yang memengaruhi regulasi gula darah.

Menanggapi hal tersebut, IDF menekankan bahwa diabetes bukan satu penyakit tunggal, melainkan kumpulan gangguan metabolik dengan berbagai mekanisme biologis, seperti:

- Kerusakan sel pankreas oleh sistem imun (tipe 1),

- Resistensi insulin (tipe 2),

- Cedera pankreas (tipe 3c),

- Kekurangan gizi kronis (tipe 5),

- Mutasi genetik (MODY).

Dengan pengakuan ini, para tenaga medis dan pemerintah perlu memperbarui strategi pencegahan dan penanganan diabetes, khususnya di wilayah-wilayah rawan malnutrisi seperti Asia dan Afrika.

 

(Syi/Far)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait